Ada Cerita di Balik Nama Ki Bagus Hadikusumo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki Bagus Hadikusumo, ketua Muhammadiyah 1944-1953. foto: sangpencerah.com

    Ki Bagus Hadikusumo, ketua Muhammadiyah 1944-1953. foto: sangpencerah.com

    TEMPO.COJakarta - Berbeda dengan Ahmad Dahlan dan Wahid Hasyim yang menggunakan Panggilan kiai di depan namanya, Bagus Hadikusumo menggunakan istilah Ki.

    Sejarawan Anhar Gonggong pernah menanyakan hal itu kepada keluarga Ki Bagus Hadikusumo. "Tidak ada yang mengerti, padahal level beliau sama dengan para kiai. Hanya dia sendiri yang menggunakan ki itu," kata Anhar Gonggong di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 10 November 2015.

    Keheranan Anhar Gonggong ini ditanggapi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Ia mengatakan bahwa "Ki" digunakan Bagus ketika mulai berkenalan dengan Ki Hadjar Dewantara. Menurut dia, Ki Bagus adalah cendekiawan yang mencoba menggabungkan gaya pendidikan tradisional Jawa dan tradisional Islam dengan kata "Bagus" atau "Gus".

    "Beliau adalah sosok yang menggabungkan kecendekiawanan Ki Hadjar Dewantoro dan tradisional Islam NU dengan Gus. Ini perpaduan yang luar biasa antara Taman Siswa dan Pesantren NU di Wonokromo. Dan Dayatnya disamarkan menjadi Hadikusumo," katanya diringi tawa hadirin.

    Hidayat juga menyoroti profil Ki Bagus Hadikusumo, Ketua Umum PP Muhammadiyah 1944-1953, yang sering diperlihatkan dengan gayanya berpakaian khas Jawa. "Sederhana tetapi sangat diperhitungkan oleh Sukarno," katanya. 

    Menurut Hidayat, sosok Ki Bagus menunjukkan adanya sikap kenegarawanan yang luar biasa untuk berani maju ke depan dan menyelesaikan masalah. "Seandainya saat itu tidak ada dialog para tokoh Muhammadiyah dan logika orang Timur tentang mau tidaknya masuk dalam republik, Indonesia ini tidak jadi," katanya.

    Ia mengatakan bahwa Ki Bagus memberikan keteladanan, untuk menghadapi tantangan sekaligus memberikan solusi yang dapat diterima semuanya. Hal ini ditunjukkan dengan 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. "Bahkan yang tidak punya konsep pun bisa menerimanya," katanya.

    Hidayat menyarankan agar nama Ki Bagus Hadikusumo dapat diabadikan sebagai nama kampus Muhammadiyah. "Menurut saya, ada baiknya Muhammadiyah mengabadikan beliau untuk dikenang dan diteladani menjadi nama salah satu kampus Muhammadiyah," ujarnya.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.