Studi Tur Bawa Petaka, 26 Siswa SMP Keracunan Nasi Kotak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keracunan makanan. Kuwaitiful.com

    Ilustrasi keracunan makanan. Kuwaitiful.com

    TEMPO.CO, Makassar - Sekitar 26 siswa dan seorang tenaga honorer Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, mengalami keracunan makanan, Selasa, 10 November 2015, sekitar pukul 20.00 Wita. Mereka mengalami keracunan makanan saat pulang dari studi tur di sejumlah kawasan wisata di sekitar Sumpang Bita, Pangkep; Leang-leang; dan Bantimurung, Maros, Sulawesi Sleatam.

    Hingga Selasa, pukul 23.45 Wita, puluhan siswa dan tenaga honorer itu masih menjalani perawatan di sejumlah tempat, yakni di Puskesmas Baring, Puskesmas Taraweang, dan Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep. Kepala Kepolisian Resor Pangkep Ajun Komisaris Besar M. Hidayat mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus keracunan makanan tersebut. Namun, kata Hidayat, kedua pembuat makanan yang dikonsumsi siswa sudah diamankan.

    BACA JUGA
    Sebentar Lagi, Orang Cukup Bercinta dengan Robot Seksi Ini?
    Ely Sugigi, Awali Karier Jadi Pengumpul Penonton Acara TV

    Hidayat mengatakan kedua pembuat makanan yang tengah dimintai keterangan itu adalah Abdul Malik, 45 tahun, dan Irma, 32 tahun. Keduanya merupakan warga Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri, Pangkep. "Kami sudah mengamankan pembuat makanan untuk diperiksa. Kami masih mencari tahu apa yang membuat ke-26 siswa itu mengalami muntah-muntah, sakit perut, dan menggigil," kata Hidayat di kantornya, Selasa, 10 November 2015.

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Hidayat mengatakan dugaan sementara kepolisian adalah para siswa mengalami keracunan makanan yang dibagikan saat kegiatan. Musababnya, para siswa mulai merasakan gejala sakit perut dan muntah setelah memakan bekal nasi dus atau nasi kotak berisi nasi putih, telur rebus, ayam goreng, dan sayur-mayur. Di samping itu juga terdapat saus ayam goreng. Kepolisian belum mengetahui makanan apa yang membuat para korban keracunan.

    Hidayat mengimbuhkan, rombongan studi tur tersebut bertolak sejak pagi dari sekolah mereka ke Sumpang Bita. Setelahnya, mereka melawat ke Bantimurung pada siang hari. Di lokasi yang terkenal dengan keindahan air terjunnya itu, makanan berupa nasi dus pun dibagikan kepada para siswa. Tak berselang lama seusai melahap makanan, tiga siswa, yakni Ishak, Fayhan, dan Ardi menjadi mual dan muntah. Mereka mendapat pertolongan pertama dengan dipijat.

    SIMAK PULA
    STAN Kini Resmi Menjadi Politeknik Keuangan Negara
    Pidato Bung Tomo, Dimulai Lagu Tiger Shark Lalu Allahu Akbar

    Saat itu, tidak ada yang curiga bahwa bekal nasi dus yang dibawa mereka diduga tidak layak santap dan menjadi biang kekacauan. Toh, sebelumnya hanya tiga siswa yang muntah. Adapun, siswa lainnya yang sedang mandi-mandi tidak mengalami apa-apa. Belakangan, saat perjalanan pulang pada sore hari, siswa lainnya mulai muntah-muntah. Sejumlah siswa menelepon orang tua mereka yang kemudian membawa sang anak ke beberapa puskesmas.

    Hidayat mengatakan kebanyakan para siswa dirawat di Puskesmas Baring dan sisanya berobat di Puskesmas Taraweang. Adapun, para tenaga honorer yang ikut keracunan makanan bernama Jumliani yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep lantaran kondisinya cukup parah ketimbang korban-korban lainnya. Hidayat menyebutkan sebenarnya hingga kemarin masih ada tiga siswa yang kondisinya masih drop, tapi mereka menolak dirujuk ke rumah sakit.

    TRI YARI KURNIAWAN

    BERITA MENARIK
    Gadis Ini Pergoki Makhluk Pink, Mungkinkah Alien? Lihat Nih
    Siswa SMA Bikin Pidato Haru Tiga Pekan Sebelum Dijemput Ajal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.