Pria Ini Perkenalkan Komik Majapahit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Candi Tikus yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, 1 juni 2015. Candi yang didirikan pada abad ke XIII-XIV ini, mempunyai peranan penting dalam sistem jaringan air di kawasan trowulan pada zaman kerajaan Majapahit. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Candi Tikus yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, 1 juni 2015. Candi yang didirikan pada abad ke XIII-XIV ini, mempunyai peranan penting dalam sistem jaringan air di kawasan trowulan pada zaman kerajaan Majapahit. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COSurabaya - Seorang pemuda bernama Ockto Barinbing menulis sebuah cerita yang berjudul 'Suryaraka Birth Of Majapahit'. Kisah yang dibuat oleh Ockto tersebut disajikan dalam bentuk komik yang diletakkan di dalam sebuah majalah komik, Kosmik Mook.

    "Serial komik ini menambahkan keragaman karya komik di Indonesia," kata Creative Director Bryan Lie kepada Tempo saat memperkenalkan 'Suryaraka Birth Of Majapahit' di Surabaya pada Selasa, 10 November 2015.

    Ockto menjelaskan bahwa komik tersebut bercerita tentang sejarah Majapahit dalam tiga periode besar, yaitu keruntuhan Singasari, kedatangan Mongol, dan kelahiran Majapahit. Untuk bab pertama, cerita bermula dari tentara Mongol yang berhasil menembus tembok besar Cina, yang kemudian juga berhasil memperluas kekuasaannya hingga Persia.

    "Pasukan itu kemudian singgah juga di Pulau Jawa yang nantinya bisa ditaklukkan oleh Raden Wijaya, dan Suryanaka adalah salah satu pasukan khusus yang membantu Raden Wijaya," ujar Ockto.

    Alasan Ockto mengambil ketiga periode tersebut dalam ceritanya adalah karena dia menganggap bahwa ketiga periode masih banyak memiliki sebuah mata rantai yang hilang. Dia juga ingin menghidupkan kembali sejarah Majapahit.

    "Saya juga ingin menggambarkan kepada semua orang bahwa Indonesia pernah mengalahkan pasukan Mongol yang sangat kuat dan memiliki masa kejayaan saat bangkitnya Majapahit," ujar Ockto.

    Ockto menjelaskan bahwa awalnya dia ingin memberi judul komiknya dengan Majapahit. Akan tetapi, setelah melalui beberapa pertimbangan diubah menjadi Suryanaka. Surya sendiri memiliki arti matahari, sedangkan Raka memiliki arti keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh, dan kekuasaan.

    Tri Rismaharini mengatakan bahwa dia merinding saat menonton komik multimedia yang disuguhkan sebagai rangkaian acara perkenalan komik tersebut. Risma sangat mengapresiasi adanya komik tersebut. "Ini baru pertama kali ada komik yang mengangkat soal sejarah Majapahit," ujar Risma.

    Risma berharap keberadaan komik tersebut dapat membuat anak-anak muda Surabaya dan Indonesia tahu akan sejarah sesungguhnya dari Majapahit. "Selama ini kan generasi muda hanya membaca komik-komik yang berasal dari luar negeri seperti Jepang. Komik-komik luar negeri itu sangat jauh dari 'rasa' Indonesia. Jadi, saya berharap generasi muda mau membaca komik dari Indonesia sendiri," katanya.

    Edwin Fajerial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.