Penyebaran Imbauan Mengheningkan Cipta Dinilai Tak Merata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerusakan Kantor redaksi mingguan Charlie Hebdo setelah di lempar bom Molotov di Paris Perancis. REUTERS/Benoit Tessier

    Kerusakan Kantor redaksi mingguan Charlie Hebdo setelah di lempar bom Molotov di Paris Perancis. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat merasa heran bahwa imbauan untuk mengheningkan cipta dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui pesan singkat tidak merata penyebarannya, karena warga justru mengetahui hal tersebut dari topik yang sedang trend di media sosial twitter.

    Pesan itu menyatakan, masyakat diimbau menghentikan sejenak aktivitas luar ruangnya selama 45 detik pada pukul 08.15 WIB, Selasa, 10 November 2015 ini. Isi lengkapnya adalah: "Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, marilah kita mengheningkan cipta selama 45 detik secara serentak pada 10 November 2015 pukul 08.15 waktu setempat".

    Faktanya, pengendara sepeda motor atau mobil di jalan-jalan besar dan kecil Jakarta, tetap saja melaju begitu saja walau ada polisi yang mengingatkan mereka untuk sekedar menepi dan mengamalkan imbauan itu. Hal itu terjadi, umpamanya, di Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya di depan Museum Pemuda, dan Jalan Pramuka.

    Masyarakat yang mendapat imbauan Kemkominfo melalui pesan singkat merasa penyebarannya tidak merata, karena warga mengaku ada yang mendapatkan Senin kemarin, bahkan di Selasa pagi ini.

    "Iya dapat, tapi baru tadi pagi pukul 06.40," kata Lusyana, di Jakarta, Selasa, 10 November 2015.

    Selain itu, ada warga yang mengaku tidak mendapatkan imbauan mengheningkan cipta melalui pesan singkat.

    "Iya tahu kalau hari ini Hari Pahlawan. Tapi tidak tahu kalau ada SMS dari Kemkominfo, dapat juga SMS dari Kemkominfo tapi tentang imbauan peningkatan kualitas layanan dari provider gitu," ujar salah satu mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Indonesia, Venna Fatimah.

    Dia mengatakan, imbauan mengheningkan cipta tidak merata penyebarannya, karena dia mengetahui imbauan ini dari berita berjalan (running text) di salah satu televisi swasta yang ditonton Selasa pagi.

    Sementara itu, seorang karyawan swasta, Ratna Fitriani, mengetahui imbauan tersebut melalui akun twitter miliknya.

    "Tidak dapat SMS, tapi tahu dari trending topic Indonesia twitter, jadi trending topic Indonesia yang kedua pagi tadi kalau tidak salah setelah tagar Selamat Hari Pahlawan," kata dia.

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan, Surabaya.

    Sejarah juga mencatat bahwa tiap 10 November diperingati Hari Pahlawan dan momen penting dalam perjuangan melawan penjajah.

    Hari pahlawan juga mengingatkan pada aksi heroik Sutomo atau lebih dikenal dengan Bung Tomo dalam pertempuran di Surabaya melawan pasukan Inggris dan NICA-Belanda pada era tersebut.

    Perjuangan 10 November merupakan peringatan untuk membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Bangsa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.