Disnaker Banten: Mantan TKI Lebak Sudah Bisa Hidup Mandiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut dan Mantan Tenaga Kerja Wanita, Dila, menghibur para TKI dalam pertemuan 1000 TKI dengan Diaspora Indonesia, di Ballroom XXI Djakarta Theater, 11 Agustus 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyanyi dangdut dan Mantan Tenaga Kerja Wanita, Dila, menghibur para TKI dalam pertemuan 1000 TKI dengan Diaspora Indonesia, di Ballroom XXI Djakarta Theater, 11 Agustus 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) Kabupaten Lebak, Banten, dapat mengatasi kemiskinan karena banyak ditemukan hidup mandiri dengan membuka usaha ekonomi kreatif.

    "Kami memberikan apresiasi terhadap mantan TKI Lebak membuka warungan, kerajinan anyaman, rumah makan, usaha peternakan, kios pertokoan hingga material bangunan," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Ke Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak, Suprapto, di Lebak, Senin, 9 November 2015.

    Selama ini, kehidupan ekonomi mantan TKI di Kabupaten Lebak ternyata dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

    Bahkan, perkampungan TKI suah tidak ditemukan rumah panggung terbuat dari bambu dan atap rumbia.

    Selain itu juga anak-anak mereka bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Mereka yang lebih membanggakan kini banyak anak mantan TKI menjadi dokter, perawat, bidan, DPRD, PNS, TNI dan Polri.

    "Kami berharap mantan TKI terus mengembangkan usaha dan tidak kembali bekerja ke luar negeri," katanya.

    Menurut dia, saat ini perekonomian daerah pemukiman mantan TKI begitu pesat karena mereka memiliki modal usaha dari hasil jerih payah selama bekerja di luar negeri.

    Mereka membuka usaha bidang perdagangan seperti warungan, material bangunan, kios di pasar maupun menjadi pemasok hasil pertanian untuk dipasarkan ke luar daerah.

    Disamping itu juga banyak yang membuka kerajinan tangan dan perabotan rumah tangga yang menggunakan bahan baku dari bambu.

    "Dengan meningkatnya kegiatan ekonomi warga tentu dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan," ujarnya.

    Suprapto menyebutkan, desa-desa sebagai kantong mantan TKI di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Maja, Curugbitung, Sajira, Cipanas, Malingping, Wanasalam, Cilograng, dan Cijaku.

    Keberhasilan para TKI tersebut juga banyak ditemukan rumah-rumah warga kondisinya gedung permanen, padahal 10 tahun lalu mereka terbuat dari bambu dengan atap rumbia.

    "Kami terus mendorong penyaluran TKI ke luar negeri, namun harus ditempuh jalur resmi, " katanya menjelaskan.

    Aminah, 35, mantan TKW warga Desa Parungsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak mengaku dirinya kini membuka usaha warungan sembako setelah lima tahun bekerja di Arab Saudi.

    "Kami membuka usaha hasil modal bekerja di luar negeri," katanya.

    Begitu pula Soleh, mantan TKI Arab Saudi warga Rangkasbitung mengatakan dirinya kini membuka usaha rumah makan di Terminal Angkutan Umum Sunankalijaga setelah tidak bekerja lagi ke luar negeri.

    Ia mengaku bekerja di Arab Saudi sudah mencapai 15 tahun sebagai jasa pengamanan atau satpam.

    "Kami bisa usaha ini dari hasil jerih payah selama bekerja di luar negeri," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.