Menteri Susi Ditawari Jadi Bintang Iklan, Berapa Bayarannya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata, Arief Yahya (kiri), berbincang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (tengah) dan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Anies Baswedan, sebelum dimulainya rapat terbatas di Istana Bogor, 16 Februari 2015. TEMPO/Subekti

    Menteri Pariwisata, Arief Yahya (kiri), berbincang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (tengah) dan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Anies Baswedan, sebelum dimulainya rapat terbatas di Istana Bogor, 16 Februari 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COSurabaya - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat tawaran menjadi bintang iklan Kelompok Belajar (Kejar) Paket C. Tak tanggung-tanggung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sendiri yang memintanya. 

    “Saya apresiasi sama Pak Anies Baswedan. Beliau mau jadikan saya sebagai bintang iklan Kejar Paket C,” kata Susi sumringah di atas podium orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-55 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa, 10 November 2015.

    Perempuan kelahiran Pangandaran itu pun merasa tersanjung karena iklan tersebut bertujuan agar peserta Kejar Paket C bersemangat. “Katanya supaya mereka yang malu menyelesaikan SMA jadi semangat karena menterinya juga berniat menyelesaikan,” ujar Susi.

    Karena itu, Susi kini mengaku sedang menanti kontrak menjadi bintang iklan yang disodorkan kepadanya. “Saya ini nunggu kontraknya kapan. Kan, bintang iklan dibayar,” tutur Susi disambut gelak tawa mahasiswa.

    Meskipun nanti dikontrak menjadi bintang iklan, Susi menyatakan tak muluk meminta bayaran. “Saya minta dibayar perahu nelayan saja.”

    Menurut Susi, Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo adalah kabinet yang istimewa. Berulang kali Susi menyampaikan bahwa dia adalah menteri dengan latar pendidikan terendah di antara menteri lainnya. "Dua pertiga wilayah di Indonesia ini dipercayakan kepada menteri yang paling rendah background pendidikannya," ucap Susi.

    Saat ditanya perasaannya menunggu kontrak menjadi bintang iklan, Susi tersipu. “Ah, kalian (wartawan) berkali-kali wawancara saya juga enggak bayar,” ujar Susi, lalu tertawa.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.