Dikira Mati, Macan Tutul Terluka Menerkam Warga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga menangkap seekor macan tutul (Panthera pardus melas) di kaki Gunung Sawal, Dusun Kersamenak, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin, 9 November 2015.

    Seorang warga sekitar gunung yang pertama menemukan macan tersebut, Endang Respita, menceritakan bahwa macan tutul ditemukan dengan kondisi tidak berdaya oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan kebun warga. Macan, berjenis kelamin jantan tersebut, diperkirakan berusia delapan bulan sampai satu tahun dengan panjang 1,25 meter, tinggi 45 sentimeter, dan berat sekitar 20 kilogram.

    Semula warga mengira macan itu sudah mati karena tergeletak seperti tak bernapas. Mata kanannya luka parah, juga bagian kepala. Itu sebabnya, diduga dia baru saja berkelahi dengan hewan lain lalu turun gunung untuk menyelamatkan diri. Tapi, ketika diusik, macan terbangun seperti sadarkan diri dari pingsan. "Ternyata masih hidup. Sempat akan menerkam warga," kata Endang.

    Setelah ditangkap, hewan yang dilindungi itu diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Ciamis. BKSDA lantas menyerahkannya kepada lembaga konservasi Taman Satwa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, untuk mendapatkan perawatan intensif. Penangkapan macan tutul di Ciamis sudah sering terjadi, dan semuanya diserahkan ke Taman Satwa Cikembulan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.