Pejabat Gabung ISIS, Keluarga: Dwi Djoko Salat Bolong-bolong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infografis

    Infografis "Menuju Wilayah ISIS". (Ilustrasi: Imam Yunni)

    TEMPO.COJakarta - Keluarga Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho membantah pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebutkan bahwa Dwi terlibat gerakan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

    Anggota keluarga yang namanya tidak ingin disebut ini mengatakan Dwi yang ia kenal tidak mungkin terlibat ISIS. "Dia enggak mungkin kuat ikut aliran begitu, salatnya saja masih bolong-bolong," katanya kepada Tempo pada Senin, 9 November 2015. Ia mengatakan Dwi termasuk orang yang ramah dan sayang anak.

    BACA JUGA
    Pejabat Gabung ISIS: Selain Dwi Djoko, 25 Orang Ini di Mana?
    Diduga Dibujuk ISIS, 2 Warga Pekanbaru Dicegah ke Suriah

    Menurut dia, semua orang yang dekat dengan Dwi mengatakan Dwi tidak mungkin terlibat ISIS. Saudara kandung Dwi ini mengatakan sehari sebelum pergi Dwi berpamitan kepada ibunya. "Bilangnya mau ke Turki lalu mau wisata religi," ujarnya. Dwi mengajukan cuti kerja selama dua minggu hingga 2 November 2015.

    Pada 11 Agustus 2015 saat Dwi di Turki, keluarga masih sempat berkomunikasi. Sehari setelahnya, rekan kerja Dwi turut menghubungi. "Dia bahkan bilang kepada temannya kalau tanggal 13 sudah kembali ke Indonesia," ujarnya. Namun, setelah itu komunikasi dengan Dwi terputus. "Telepon sempat nyambung, tapi yang angkat perempuan," katanya.

    Perempuan ini tidak mengatakan apa pun selain 'halo'. Setelah itu, telepon Dwi selalu berada di luar jangkauan setiap kali dihubungi. Keluarga Dwi mengatakan selama menghilang, tagihan telepon ponsel Dwi tetap berjalan. "Bulan lalu sampai Rp 500 ribu tagihannya," katanya. Padahal, nomor Dwi tidak dapat dihubungi hingga saat ini.

    BERITA MENARIK
    Lihat, 14 Seleb Tanpa Make-Up, Masih Cantik? Jangan Kaget
    Suami ke Masjid, Istrinya Nyaris Jadi Korban Nafsu Anak SMA

    Ia mengatakan telah melaporkan kehilangan Dwi kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya serta Kementerian Luar Negeri. Namun, belum ada perkembangan lebih lanjut. Saat menunggu kabar saudaranya, keluarga dikejutkan dengan pernyataan BNPT yang memastikan Dwi terlibat ISIS.

    Adapun BNPT mengatakan lembaganya telah mengindentifikasi Dwi sejak beberapa bulan lalu. BNPT memastikan 85 persen Dwi terlibat ISIS. Lembaga tersebut juga mengatakan bahwa kini Dwi dan keluarga diduga berada di Irak.

    VINDRY FLORENTIN

    BACA JUGA
    Sebentar Lagi, Orang Cukup Bercinta dengan Robot Seksi Ini? 
    Rossi Akan Nikahi Kekasih Cantiknya, Pacar Lorenzo pun Seksi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.