KPU Tasikmalaya: Persiapan Logistik Pilkada 75 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Rahmad

    ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan persiapan logistik pilkada serentak, 9 Desember, sudah 75 persen. Sebagian logistik pilkada sudah ada yang selesai dibuat.

    "Hari ini sudah ada beberapa logistik yang selesai. Persiapan sudah 75 persen," kata komisioner KPUD Kabupaten Tasikmalaya bidang logistik, Imabudi Rahayu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin 9 November 2015.

    Logistik yang sudah ada, kata Imabudi, seperti bilik suara, alat kelengkapan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan alat peraga kampanye.

    Ihwal logistik surat suara, Imabudi menjelaskan, belum dicetak. Surat suara baru dicetak setelah ada penetapan daftar pemilih tetap (DPT). "Surat suara berbasis kepada DPT," katanya. Penetapan DPT sendiri akan dilakukan pada tanggal 13 November 2015.

    Tender surat suara, kata Imabudi, sudah dilakukan. Perusahaan pemenang tender berasal dari Purwokerto. Ditanya nama perusahaan pemenang tender surat suara, dia mengatakan, "Bisa ditanyakan ke sekretariat."

    Imabudi menambahkan, pelaksanaan tender logistik dilakukan secara terbuka. "Oleh lembaga lelang, ada KPU di dalamnya," ucapnya.

    Imabudi optimistis surat suara akan selesai sesuai target. Kata dia, pencetakan surat suara hanya sekitar satu minggu. "Paling lama 10 hari, itu sudah sampai pengiriman," jelas dia.

    Pencetakan mulai dilakukan setelah penetapan DPT yakni 13 November hingga 20 November. Pada tanggal 20 November dilakukan tahap penyortiran dan pelipatan.

    Kemudian, pada 22 November hingga 8 Desember sudah didistribusikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS). "(Waktu penyediaan logistik) cukup lah," kata Imabudi.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.