Makassar Disiapkan Jadi Pusat Perdagangan Asia-Pasifik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Subekti

    Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo berharap ke depan Kota Makassar mampu menjadi kota perdagangan terkemuka di Asia-Pasifik pada momentum ulang tahun Kota Makassar ke-408.

    "Kita akan memperluas Bandar Udara Sultan Hasanuddin hingga tiga kali lipat, dan membangun Makassar New Port. Semua ini untuk meningkatkan kapasitas Makassar agar dapat menjadi kota perdagangan dan hub (penghubung) bukan hanya untuk Indonesia tetapi Asia-Pasifik," kata Syahrul dalam sambutannya pada peringatan HUT Kota Makassar ke-408 yang dipusatkan di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin, 9 November 2015.

    Sejak abad ke-16, Makassar telah menunjukkan peran sebagai kota pelabuhan yang penting dalam perdagangan dunia. Pada masa itu Makassar telah masuk dalam jaringan perdagangan sutera yang menghubungkan antara Asia dan Eropa.

    "Sejak awal abad ke-16 Makassar sudah mampu menjadi bandar niaga di Asia-Pasifik. Di masa mendatang, kita akan mewujudkan Makassar yang lebih baik dari apa yang sudah kita capai di masa lalu," ujarnya.

    Lebih lanjut, gubernur mengatakan bahwa meski berkembang pesat sebagai kota modern, Kota Makassar harus tetap mampu menjaga warisan budaya Sulawesi Selatan.

    Untuk itu, gubernur mengingatkan agar Pemerintah Kota Makassar mampu mendorong upaya melestarikan warisan budaya tersebut, melalui kebijakan yang diambil.

    "Siapa yang jaga bahasa Makassar, bahasa Bugis, Toraja, Mandar. Siapa yang jaga baju bodo (baju tradisional Sulawesi Selatan), kalau bukan pemerintah daerah, karena inilah salah satu manfaat adanya otonomi," papar gubernur.

    Gubernur juga berpesan agar aparat pemerintah daerah dapat terus melayani kepentingan masyarakatnya.

    "Seorang pimpinan diikuti karena ia bekerja untuk kepentingan rakyatnya. Hadirkan manajemen perencanaan yang baik dan bangun komunikasi dan koordinasi yang baik," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.