KSM, Aksioma, LKTI, dan Expo Madrasah 2015 Digelar di Palembang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Misi pendidikan nasional adalah menciptkan anak yang cerdas, kompetitif dan bermoral.

    Misi pendidikan nasional adalah menciptkan anak yang cerdas, kompetitif dan bermoral.

    INFO NASIONAL - Kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Aksi Seni dan Olah Raga Madrasah (Aksioma), Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Expo Madrasah tingkat nasional 2015 digelar di gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang pada 3-6 Agustus 2015. Perhelatan nasional siswa-siswi madrasah ini dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, sedang acara penutupan dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam.

    Nur Syam mengatakan acara ini diselenggarakan dalam rangka menjalin persahabatan,  silaturahmi, perkawanan, dan kebersamaan. "Ini harus terus menerus ditradisikan di bumi ini, bumi madrasah," katanya saat menutup acara ini pada Kamis, 6 Agustus 2015.

    Ketika siswa-siswi madrasah menyanyikan Hymne Madrasah, Nur Syam sangat terkesan dan mengulasnya dalam sambutan. Nur Syam mengutip potongan bait dalam hymne tersebut. "Dalam hymne tersebut ada bait, Motto Ikhlas Beramal, Berkarya dan Bermoral, ayo ayo tegakkan. Bait ini menggambarkan prinsip hati kita. Hati yang ikhlas, semangat beramal untuk Indonesa dan berkarya untuk Indonesia. Ikhlas, beramal dan berkarya erat hubungannya hati, pikiran dan tindakan. Dan yang tak kalah penting lagi adalah bermoral," tuturnya.

    Kata Nur Syam, misi pendidikan nasional adalah menciptakan anak yang cerdas, kompetitif dan bermoral. Tujuan tersebut tidak jauh dari potongan bait hymne madrasah. "Maka tidak salah bila kita nyatakan bahwa madrasah siap mendukung visi pendidikan indonesi yang mencetak anak yang cerdas kometitif dan berakhlak karimah," ucapnya.

    Adapun daftar nama peraih medali emas Kompetisi Sains Madrasah (KSM) adalah:

    1. Tingkat Madrasah Ibtidaiyah: Moh. Rozi Badrus (Matematika/Jawa Timur) dan Muhammad Rifa Ansyari (IPA/Sumatera Utara);

    2. Tingkat Madrasah Tsanawiyah: Rizky Maulana Hakim (Matematika/Jawa Timur), Edrea Syahshiyah Salim (Biologi/DKI Jakarta), dan Khotibul Umam (Fisika/Jawa Tengah);

    3. Tingkat Madrasah Aliyah: Panawar Hasibuan (Matematika/MAS Darul Mursyid Sumatera Utara), Achmad Syahrul Fahmi (Biologi/MAN I Yogyakarta), Alifatush Shabrina (Fisika/MAN 3 Malang Jawa Timur), Nabilah Rohadatul ‘Aisy (Kimia/MAN 3 Malang Jawa Timur), Eka Dewi Pratiwi (Ekonomi/MAN Gondanglegi Jawa Timur), dan Hilmy Al Ghifari (Geografi/MAN 3 Yogyakarta) ;

    4. Tingkat MAN Insan Cendekia: Farah Fairuz Zahirah (Matematika/MAN IC Serpong Banten), Muhammad Taufik (Biologi/ MAN IC Serpong Banten), Moh. Tamamul Firdaus (Fisika/ MAN IC Serpong Banten), Rafly Audifa Rachman (Kimia/ MAN IC Serpong Banten), Zidna Qaulan Tsaqila (Ekonomi/ MAN IC Serpong Banten), dan Dinda Al Anshori (Geografi/ MAN IC Gorontalo).

    Sedangkan para juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) :

    1. Bidang Ilmu Pengetahuan Alam: Yusuf Farid Achmad dan Nurul Hikmah Ad-Della dari MAN 1 Yogyakarta dengan karya tulis berjudul "Green Inhibitor Agent: Pemanfaatan Limbah Daun Pepaya Sebagai Agen Anti Karat pada Berbagai Medium Korosif";

    2. Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial: Nurhayatul Ulfah dan Miranda Wulan Febria dari MAN 1 Banda Aceh dengan karya tulis berjudul "Tragedi Keberadaan Barak Pasca 10 Tahun Tsunami Aceh (Penelitian di Barak Bakoy Desa Bakoy Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar";

    3. Bidang Keagamaan: Muhammad Nabila K.H.J dan Zahrotus Saadah dari MAN 1 Tulungagung dengan karya tulis berjudul: "Revitalisasi Peran Khalifatullah Fi Al-Ardh Dalam Konservasi Lingkungan Melalui Program E-Icon Kajian Al-Quran Surat Al A’raf ayat 56". (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.