Rizal Ramli Sebut Gus Dur Wali Kesepuluh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Mbah Liem (kanan) dalam acara Musyawarah Nasional  Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bandar Lampung, 1992. Dok. TEMPO/Hidayat S. G.

    Almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Mbah Liem (kanan) dalam acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bandar Lampung, 1992. Dok. TEMPO/Hidayat S. G.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengaku tidak ragu menyebut mantan Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, sebagai wali kesepuluh setelah sembilan wali di Indonesia.

    "Dia itu sosok pemimpin yang sederhana, beda dengan pemimpin lain," katanya saat ditemui Tempo di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Senin, 9 November 2015.

    Rizal bercerita, dia kemarin berziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang. Ia melihat kuburannya berbeda dengan kuburan para pemimpin di belahan dunia mana pun. Tidak ada yang istimewa dari kuburannya. Pusaranya pun biasa saja, tidak memakai monumen seperti pemimpin lain. "Tapi, walaupun tidak ada monumen yang megah, Gus Dur tetap ada di hati rakyat," ucapnya.

    Rizal berujar, Gus Dur merupakan satu-satunya pemimpin yang mampu memegang teguh idealisme. Selain itu, toleransinya terhadap pluralisme menjadi contoh bahwa dia merupakan pemimpin yang sangat sederhana semasa hidupnya. "Meski sudah tiada, pemikiran dan perjuangannya tetap dihargai dan hidup di hati rakyat Indonesia," tuturnya.

    Ia mengatakan, semasa hidupnya, Gus Dur selalu memberikan pelajaran yang berharga bagi rakyat Indonesia, terutama dalam menghargai sesama manusia. Tidak hanya itu, kini, ucap Rizal, setiap hari ribuan orang datang untuk berdoa dan berziarah ke makamnya. "Karena itu, saya tidak ragu mengatakan Gus Dur adalah wali kesepuluh di Indonesia," ujarnya.

    ABDUL AZIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?