Reshuffle Kabinet, Pengamat Yakin PAN Dapat Menteri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Menteri Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Menteri Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COJakarta - Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari yakin bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendapatkan jatah kursi menteri atau pejabat setingkatnya dalam perombakan jilid II Kabinet Kerja. Alhasil, pasti akan ada sejumlah posisi yang bakal dikosongkan untuk bisa diisi oleh orang PAN. Qodari masih belum bisa memprediksi berapa kursi yang bakal dikosongkan oleh Jokowi untuk petinggi partai berlambang matahari tersebut. Namun, ia memprediksi, "Jumlah kursi pasti tak lebih dari dua," kata Qodari, Ahad, 8 November 2015. "Nama-nama yang masuk pasti pejabat teras PAN."

    Menurut Qodari, pemberian kursi kepada PAN sebagai jaminan kekuatan Presiden Joko Widodo dalam memuluskan sejumlah kebijakan di Parlemen. Meski demikian, ia berharap keputusan memasukkan PAN dalam Kabinet Kerja tetap berdasarkan perhitungan dan pertimbangan real perbaikan kinerja pemerintahan Jokowi. "Utamanya harus perbaikan kinerja, pemberian jatah kursi harus mengikut maksud utama," kata dia.

    Toh, Qodari menilai, keputusan Jokowi merombak kembali Kabinet Kerja tak akan menuai banyak pertentangan dari masyarakat. Pasalnya, reshuffle kabinet di awal pemerintahan kerap lebih bisa diterima ketimbang di tengah atau akhir pemerintahan. Rakyat menilai wajar Jokowi mencopot dan mengganti seorang menteri dengan dasar penilaian satu tahun kerja. 

    Qodari sendiri tak mau menyebut nama menteri yang layak untuk dicopot. Berdasarkan Sigi, menurut dia, sektor ekonomi mendapat sorotan dan menjadi keprihatinan masyarakat. Jokowi dinilai layak mempertimbangkan pencopotan sejumlah nama dari jajaran ekonomi yang kinerjanya tak sesuai dengan target pencapaian pemerintah. "Harusnya memang sektor ekonomi. Siapa dan kenapa dicopot cuma presiden yang tahu tolok ukurnya," kata dia.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.