Banyak Kawin-Cerai, Menteri Agama Wajibkan Calon Pengantin Kursus Pranikah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin menjawab pertanyaan wartawansebelum bertemu pimpinan di Gedung KPK, Jakarta, 5 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin menjawab pertanyaan wartawansebelum bertemu pimpinan di Gedung KPK, Jakarta, 5 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku prihatin dengan angka perceraian yang dalam beberapa tahun terakhir meningkat. Karena itu, Menteri Lukman seperti disebut dalam situs Kemenag.go.id, Minggu, 8 November 2015, berencana mengadakan kursus persiapan pernikahan. "Ke depan, kita akan mengadakan Kursus Persiapan Pernikahan. Jadi yang hendak nikah, harus mempunyai sertifikat nikah," kata Menag saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Bahtsul Masail, Istighosah, dan Pengajian Akbar yang diselenggarakan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman), Jawa Tengah, di Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu, 7 November 2015.

    Kursus ini bisa diselenggarakan oleh siapa saja, dengan catatan, kurikulum, silabus, dan materinya sesuai aturan. "Ke depan, laki-laki harus tahu fungsi suami dan perempuan faham fungsi istri," katanya.

    Menag mengusulkan agar forum Bahtsul Masail Jatman ikut mengkaji tentang kesiapan pernikahan. Menurutnya, Kementerian Agama sedang serius membenahi pernikahan, khususnya terkait dengan kesiapan pasangan yang akan menikah. Hal ini menjadi perhatian serius Kementerian Agama sehubungan dengan terus meningkatnya angka perceraian. Kekerasan dalam rumah tangga juga mudah terjadi.

    Selain soal kesiapan, Menag juga melihat adanya fenomena pernikahan sejenis yang dilegalkan di beberapa negara. Jika tidak direspons dengan baik, lanjut Menag, hal itu tidak menutup kemungkinan akan menjadi wacana serius di Indonesia.

    Untuk itu, Menag berharap para kiai melakukan sesuatu agar pernikahan sejenis yang dilarang semua agama itu tidak terjadi di Indonesia.

    Sebelumnya, Menag menyatakan pemerintah mendukung penuh kegiatan yang digelar Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah.

    "Saya melihat, thariqah adalah sebuah cara bagaimana umat Islam, berhubungan dengan Allah SWT. Bagaimana kita memposisikan Allah sebagai sang Khaliq, di mana, kita mampu menjalankan amanah kekhalifahan kita di satu sisi, di sisi lain, kita tidak melepaskan diri dari kehambaan kepada Allah SWT," katanya.

    Ikut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Machasin, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah Ahmadi, dan Kakanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.