Diduga Memperkosa, Oknum TNI Dilaporkan ke Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    TEMPO.CO, Gowa - Seorang anggota TNI dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Gowa dilaporkan ke polisi atas dugaan pemerkosaan, Minggu, 8 November 2015. Pratu Dua Ruslan diduga telah memperkosa Bunga, bukan nama sebenarnya, warga Somba Opu, Kabupaten Gowa.

    Bunga melaporkan perbuatan Ruslan ke Polres Gowa. Menurut penuturan Bunga, ia telah dipaksa berhubungan badan Ruslan di sebuah rumah kosong. Korban mengaku baru berkenalan dengan Ruslan pada Kamis lalu. Keesokan harinya, mereka janjian ketemu. Saat itu Bunga membawa dua rekannya, sementara Ruslan membawa tiga rekannya.

    Mereka lantas pergi ke sebuah rumah kosong. Pada mulanya mereka berkumpul di ruang tamu. Namun kemudian Ruslan bunga ke kamar dan memaksanya melakukan hubungan badan. Bunga menolak dan berteriak minta tolong. Saat itu kedua rekannya berusaha menolongnya, namun mereka dihalangi oleh tiga rekan Ruslan yang juga lantas memaksa mereka melakukan hubungan badan.

    Kasus dugaan pemerkosaan itu untuk sementara ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Gowa. Polisi akan melakukan visum terhadap Bunga dan rekannya. "Kasus ini sedang kami tangani. Kalau yang oknum tentara, dilimpahkan ke Denpom mengingat statusnya sebagai anggota TNI," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gowa, Ajun Komisaris Muhammad Yunus Saputra, Minggu, 8 November 2015.

    Kepada polisi, Bunga mengaku sempat dipukuli pelaku karena menolak diajak berhubungan badan. Bahkan usai diperkosa, Bunga juga sempat hendak diperkosa oleh Ruslan.

    "Kami lidik dulu. Kami perlu bukti awal," kata Kepala Kepolisian Resor Gowa, Ajun Komisaria Besar Rio Indra Lesmana.

    Ruslan disebut-sebut berasal dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). Ia dapat dengan mudah teridentifikasi dari foto yang diperlihatkan Bunga pada polisi.

    Saat dikonfirmasi, Komandan Unit Intel Kodim 1409 Gowa, Letnan Satu Edi S, mengatakan pelaku sudah diperiksa. "Oknum anggota sekarang sudah diperiksa di kesatuannya," ujarnya. Namun, menurut Edi, berdasarkan pemeriksaan sementara kasus itu bukan pemerkosaan. Hubungan badan antara pelaku dan korban atas dasar suka sama suka.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.