Rizal Ramli 'Juara' karena Pamor Menteri Susi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri), berbincang dengan Panglima Armada RI Wilayah Barat, Laksamana Muda TNI Widodo (kanan), dan Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat, Laksma TNI Abdul Rasyid (tengah), di atas KRI Barakuda-633, saat peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, 9 Februari 2015. ANTARA/Joko Sulistyo

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri), berbincang dengan Panglima Armada RI Wilayah Barat, Laksamana Muda TNI Widodo (kanan), dan Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat, Laksma TNI Abdul Rasyid (tengah), di atas KRI Barakuda-633, saat peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, 9 Februari 2015. ANTARA/Joko Sulistyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Departemen Politik dan Hubungan International Center for Strategic and International Studies Philips Jusario Vermonte mengatakan popularitas Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli berkat prestasi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurut dia, dalam portofolio Rizal, Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah koordinasinya.

    "Sehingga masyarakat lihatnya sebagai tim kerja, padahal sebetulnya Bu Susi sudah lama dan Rizal baru (menjabat sebagai Menko Kemaritiman)," ucapnya saat dihubungi, Ahad, 8 November 2015. Philips berujar, Susi terbukti memenangi semua survei kinerja menteri berprestasi, sehingga Rizal ikut mendapat sorotan publik.

    Tak hanya Rizal, menurut dia, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani juga pamornya terdongkrak karena prestasi menteri di bawahnya, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Untuk itu, dia menyarankan para menteri koordinator agar berintrospeksi, apakah memiliki kinerja bagus dari menteri bawahannya atau dari dia sendiri.

    Meski demikian, Philips memprediksi Rizal terus berpolemik dalam kabinet berdasarkan jejak rekam bekas Kepala Bulog itu. Perbedaan pendapat kabinet yang disuarakan Rizal, tutur dia, malah memperlihatkan Presiden Joko Widodo tidak dapat mengatasi kisruh internal dalam pemerintahan. Untuk itu, dia menyarankan Rizal “berantem” dalam rapat kabinet jika ingin menyelesaikan perbedaan pendapat, bukan di depan publik.

    Rizal terkenal dengan “kepretan” melempar pernyataan panas ke berbagai pihak. Dia, misalnya, menilai megaproyek listrik 35 ribu megawatt yang dirancang pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tak realistis. Dia juga mempersoalkan pengadaan pesawat oleh PT Garuda Indonesia Tbk. Selain itu, Rizal mengkritik rencana Pertamina membangun sarana penyimpanan minyak (storage) menggunakan dana negara. Wakil Presiden Jusuf Kalla termasuk yang paling keras menolak kritik Rizal.

    Sebelumnya, survei Lembaga Survei Jakarta menempatkan Rizal Ramli berada di peringkat ketiga sebagai menteri yang memiliki kinerja dengan tingkat kepuasan tertinggi berdasarkan persepsi masyarakat. Rizal memiliki poin 40,1 persen di bawah Menteri Susi Pudjiastuti, yang menempati peringkat pertama dengan tingkat kepuasan 64,3 persen, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di peringkat kedua dengan 42,5 persen.

    ALI HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.