'Di Bareskrim Nama Saya Budi Waseso, BNN Jadi Bambang...'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso dan Ketua Aprindo Roy Mandey menunjukkan kartu

    Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso dan Ketua Aprindo Roy Mandey menunjukkan kartu "Gerakan Nasional Tanpa Narkoba" di Sarinah, Jakarta, 8 November 2015. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Syahrini menggoda Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso dalam pembukaan Porseni BUMN di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu, 8 November 2015. Buwas yang lagi asyik menempel stiker "Stop Narkoba" di Sarinah dan secara tak sengaja melewati panggung acara tersebut tiba-tiba diminta Syahrini yang sedang mengisi acara naik ke panggung.

    "Pak Bambang Waseso, silakan naik ke panggung. Masih ingat kan sama saya yang waktu itu dipanggil saat Bapak di Bareskrim?" kata Syahrini, yang salah menyebut nama Budi Waseso menjadi Bambang Waseso.

    Buwas pun naik ke panggung dan buru-buru mengoreksi pernyataan Syahrini tersebut. "Dulu di Bareskrim nama saya memang Budi Waseso. Tapi, semenjak pindah ke BNN, mungkin saya berubah nama jadi Bambang," ujar Budi disambut gelak tawa penonton.

    SIMAK JUGA: Menteri Luhut: Indonesia Punya Pelobi di Amerika, tapi...

    Dalam kesempatan tersebut, Buwas pun mengampanyekan gerakan antinarkoba yang saat ini tengah digembor-gemborkan BNN. "Termasuk BUMN, kami mengimbau untuk sama-sama bergerak dan berperan aktif dalam rangka memberantas penyalahgunaan narkoba. Saya mengimbau masyarakat, terutama Mbak Syahrini, untuk menjauhi narkoba," ucap Buwas.

    Hari ini BNN memulai program penempelan stiker yang bertuliskan “Stop Narkoba” secara serentak di 25 gerai-gerai minimarket di Jabodetabek dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat agar ikut memberantas narkoba.

    Buwas memulai kegiatan ini dengan menempelkan stiker di salah satu gerai minimarket yang berlokasi di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat. Selanjutnya Buwas bergeser ke Jalan Blora, Bundaran Hotel Indonesia, dan berakhir di Sarinah untuk menempelkan stiker dan membagi-bagikan topi “Stop Narkoba”.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.