Muslimat NU Bebaskan Kadernya di Pilkada Serentak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-66 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (19/6). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-66 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (19/6). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jombang - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Muslimat NU tak golput dalam Pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2015. Warga ormas ini diyakini berjumlah hingga jutaan orang.

    “Saya serukan kepada seluruh warga Muslimat NU termasuk warga bangsa, mari gunakan hak politik ini secara konstruktif dan jangan golput,” katanya usai berziarah ke makam bekas Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di pondok pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu 7 November 2015.

    Sebagai pucuk pimpinan Muslimat NU, Khofifah mengaku tidak akan mengarahkan pilihan di setiap Pilkada. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pribadi masing-masing kader dan pengurus Muslimat NU. “Silahkan pribadi masing-masing menilai mana calon pemimpin yang akan bisa memaksimalkan kinerja kabupaten, kota, dan provinsinya,” ujarnya.

    Sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU dan sebagai menteri, Khofifah, juga menyatakan tak akan terlibat dalam kegiatan politik pilkada seperti menjadi juru kampanye calon tertentu. Dia mengatakan, tidak akan menjadi bagian dari partai manapun.

    "Saya ingin semua obyektif dalam memberikan proses demokratisasi pilkada serentak yang baru pertama ini,” katanya menambahkan.

    Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015 nanti diikuti 269 daerah. Mereka terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota di Indonesia.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.