Ada Kuburan Gajah Purba di Kebun Jambu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fosil tulang dan gading gajah purba Blora yang telah dipreparasi di Musium Geologi, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/4). Fosil gajah purba dari Blora dan Flores akan menjadi koleksi baru yang bisa dipamerkan pada libur panjang tahun ajaran baru nanti. TEMPO/Prima Mulia

    Fosil tulang dan gading gajah purba Blora yang telah dipreparasi di Musium Geologi, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/4). Fosil gajah purba dari Blora dan Flores akan menjadi koleksi baru yang bisa dipamerkan pada libur panjang tahun ajaran baru nanti. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Sebidang kebun jambu seluas 7.500 meter persegi di Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur, diyakini menyimpan banyak bagian fosil dari gajah purba. Keyakinan itu menyusul penemuan fosil yang diduga pecahan gading berusia 250 ribu tahun di kebun yang sama.

    “Saya kok yakin, tulang kepala gajah masih di sini,” ujar Ali Fitron, 58 tahun, pemilik kebun itu, Jumat, 6 November 2015.

    Ali menyatakan menemukan benda yang diduga fosil pecahan gading itu ketika sedang menggali satu bagian di kebunnya tersebut untuk pembuatan kolam. Fosil yang terukur sepanjang 1,4 meter dan diameter 15 sentimeter itu lalu dihibahkan ke Museum 13 di Kecamatan Kalitidu, yang dikelola Harry Nugroho, kolektor benda-benda langka dan bersejarah.

    Adapun pada 2014, ia juga mengklaim mendapati fosil gading dan tulang kaki gajah purba di kebun yang sama. Itu sebabnya, Ali menyatakan akan terus menggali. “Saya kok yakin, tulang kepala gajah masih di sini (di kebunnya),” kata dia.

    Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berjanji akan melindungi setiap fosil yang sudah ditemukan, termasuk yang beberapa kali ditemukan di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Diharapkan, benda-benda purbalangka itu dijadikan koleksi dan sumber ilmu pengetahuan bagi generasi ke depan. “Kami akan proteksi betul itu,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Amir Sahid.

    Namun dia menyatakan belum mendapat laporan terkait dengan temuan fosil gading gajah purba itu. Dia meminta temuan tersebut dilaporkan secara resmi dan diteruskan ke Museum Arkeologi di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

    Pernyataan Amir Sahid ini menanggapi isu bahwa Bojonegoro dikenal sebagai salah satu pasar gelap benda-benda purbakala. Bahkan benda-benda purbakala, berupa fosil hewan, bangunan, dan lainnya, diduga sudah banyak dijual di bawah tangan. Pasar gelap inilah yang kini tengah dalam pantauan tim pencari benda-benda purbakala di bawah dinas tersebut.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.