Bangun Pasar Klewer, Pemerintah Siapkan Rp 100 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beristirahat disela-sela pembangunan pasar Klewer darurat di lapangan Alun-Alun Utara Kraton Surakarta, Solo, 18 Mei 2015. Terlambatnya pengiriman distribusi material bahan bangunan membuat pembangunan terhambat, sehingga banyak pekerja yang meliburkan diri karena tidak ada yang dikerjakan. TEMPO/Bram Selo Agung

    Pekerja beristirahat disela-sela pembangunan pasar Klewer darurat di lapangan Alun-Alun Utara Kraton Surakarta, Solo, 18 Mei 2015. Terlambatnya pengiriman distribusi material bahan bangunan membuat pembangunan terhambat, sehingga banyak pekerja yang meliburkan diri karena tidak ada yang dikerjakan. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta menjamin pembangunan kembali Pasar Klewer akan berlanjut pada 2016 depan. Pemerintah pusat dipastikan akan membantu pendanaan proyek pembangunan pasar yang terbakar pada akhir 2014 itu.

    "Kami telah mendapat kepastian dari pusat," kata penjabat Wali Kota Surakarta Budi Suharto, Jumat 6 November 2015. Menurutnya, bantuan tersebut digelontorkan melalui Kementerian Perdagangan.

    Menurut Budi, anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan tahap kedua sekitar 100 miliar. Dia yakin anggaran itu sudah cukup untuk menyelesaikan pembangunan hingga tuntas. "Bantuan ini lebih besar dibanding prediksi kami," katanya.

    Sebelumnya, Pemerintah Surakarta hanya mengajukan proposal bantuan ke Kementerian Perdagangan sebesar Rp 91 miliar. Pihak kementerian ternyata mengabulkan jauh lebih besar, Rp 100 miliar.

    Menurut Budi, kelebihan tersebut bisa digunakan untuk kelengkapan sarana dan fasilitas umum di sekitar pasar.

    Besarnya bantuan dari pemerintah pusat itu membuat Pemerintah Kota Surakarta tidak perlu lagi menyediakan anggaran untuk pembangunan Pasar Klewer. "Semua sudah dicukupi oleh pusat," katanya. Dengan demikian, target pembangunan pasar yang harus selesai di 2016 dipastikan bakal tercapai.

    Pusat perdagangan tekstil dan garmen di Solo ini  terbakar habis di pengujung 2014 lalu. Kebakaran yang berasal dari blok D itu merembet hingga menghanguskan seluruh bangunan pasar sekaligus isinya.

    Berdasarkan investigasi kepolisian, penyebab kebakaran diduga dari hubungan pendek listrik. Polisi menemukan kerusakan pada panel listrik dan Mini Circuit Breaker yang berada di blok D.

    Pada 2015, Kementerian Perdagangan memberi bantuan senilai Rp 61,8 miliar untuk pembangunan tahap pertama. Anggaran tersebut hanya cukup untuk pembangunan konstruksi pasar. Sedangkan gelontoran anggaran di 2016 yang mencapai Rp 100 miliar sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan semua pembangunan pasar.

    Juru bicara Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Kusbani mengatakan bahwa sejak awal pedagang optimistis pemerintah mampu menyelesaikan pembangunan pasar selama dua tahun. "Kami sangat percaya bahwa pemerintah memberikan perhatian," katanya.

    Apalagi, Presiden Joko Widodo juga telah menjanjikan bahwa pembangunan pasar akan diselesaikan dalam kurun dua tahun. Menurutnya, janji tersebut diberikan saat meninjau pasar, beberapa hari setelah kebakaran. "Ternyata janji tersebut ditepati dengan memberikan anggaran yang cukup besar ini," kata dia.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.