Panglima TNI dan Kapolri Siap Gelar Operasi Camar Maleo IV

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat diambil sumpah sebagai Panglima TNI di di Istana Negara, Jakarta, 8 Juli 2015. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilantik sebagai Panglima TNI dan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purn. Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Tempo/ Aditia Noviansyah

    Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat diambil sumpah sebagai Panglima TNI di di Istana Negara, Jakarta, 8 Juli 2015. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilantik sebagai Panglima TNI dan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purn. Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Solo - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mendatangi Markas Besar Polri di Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 6 November 2015. Pada pertemuan itu, Gatot dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membahas persiapan operasi Camar Maleo IV.

    "Ada beberapa hal yang dikerjasamakan terkait beberapa hal, salah satunya Operasi Camar Maleo,"  kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan, Jumat, 6 November 2015.

    Menurut Anton, saat ini Polri dan TNI sudah mengerahkan sekitar 1.400 personil di lokasi operasi. Sejauh ini, sudah ada perkembangan yang cukup menggembirakan dari perburuan di lapangan. Namun, ia enggan menyebutkan perkembangannya karena sifatnya yang rahasia. "Informasi kami rahasiakan, sebab kalau tersebar bisa merugikan banyak pihak," kata Anton.

    Anton menuturkan bahwa pertemuan Panglima TNI dan Kapolri juga membicarakan analisa dan evaluasi atas kinerja operasi Camar Maleo dalam menangkap pelaku terorisme selama ini. Saat ini operasi ini telah dilakukan di empat blok sekitar Poso. Seperti yang diketahui, Operasi Camar Maleo ini merupakan operasi yang dilakukan untuk menangkap kelompok jaringan terorisme Santoso. "Kita tahu kelompok terorisme paling besar di Indonesia saat ini adalah kelompok Santoso," kata Anton.

    Anton menuturkan bahwa kendala personil Operasi Camar Maleo saat di lapangan adalah karena medannya yang berat.  Kepolisian sendiri menargetkan operasi berjalan hingga akhir tahun ini

    "Makanya kami menggandeng TNI, karena mereka lebih ahli soal kemampuan gerilya," kata Anton.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.