Terungkap, Metode Blusukan Baru Presiden Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengunjungi SD Negeri 8 Pahandut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Presiden juga membagikan buku tulis kepada para siswa. ANTARA/Ronny NT

    Presiden Jokowi mengunjungi SD Negeri 8 Pahandut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Presiden juga membagikan buku tulis kepada para siswa. ANTARA/Ronny NT

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan kalau Presiden Joko Widodo kerap memanggil sejumlah menteri dan meneruskan info yang dia terima dari masyarakat. Tak hanya itu, Jokowi juga kerap menginstruksikan menterinya untuk datang langsung ke satu titik lokasi dan memeriksa sejauhmana laporan warga akurat.

    Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa Jokowi memang selalu melakukan evaluasi saat rapat kabinet. Evaluasi yang dilakukan menyangkut program dan kinerja. Apabila ada hal yang sangat krusial, Jokowi tak segan memberi arahan langsung pada para menterinya. Bahkan, kata Tjahjo, dirinya beberapa kali ditelepon Jokowi.

    "Malam-malam saya ditelepon disuruh datang ke daerah ini itu, semua disuruh beliau," ujar Tjahjo. Jadi, semua yang dulu biasanya dilakukan sendiri kita semua sudah membahas di sini.

    Meskipun rutin dievaluasi, Tjahjo mengaku tak tahu soal rencana perombakan kabinet jilid II. Belakangan, isu perombakan kabinet kembali terdengar. Musababnya, kini ada dua partai oposisi yang sudah merapat pada pemerintah, yakni Partai Amanat Nasional dan Partai Golkar.

    Jokowi disebut-sebut bakal memberikan tempat di kabinet pada mereka Bahkan, Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Azis Subekti mengaku telah memberikan beberapa nama pada presiden.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.