Jalur Penerbangan Denpasar-Lombok Belum Kondusif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debu vulkanik membumbung dari kawah Gunung Rinjani, saat dilihat dari Lombok Timur, 4 November 2015. Debu ini mengakibatkan ditutupnya Bandara Ngurah Rai (Dempasar), Bandara Blimbingsari (Banyuwangi), dan Bandara Lombok Praya di NTB. AP

    Debu vulkanik membumbung dari kawah Gunung Rinjani, saat dilihat dari Lombok Timur, 4 November 2015. Debu ini mengakibatkan ditutupnya Bandara Ngurah Rai (Dempasar), Bandara Blimbingsari (Banyuwangi), dan Bandara Lombok Praya di NTB. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 12 jadwal penerbangan rute Denpasar-Lombok masih terganggu karena Bandara Internasional Lombok masih ditutup sebagai dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Baru Jari.

    "Penutupan bandara di Lombok diperpanjang sampai Sabtu, 7 November 2015 pukul 08.45 WITA," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Trikora Harjo, di Kuta, Jumat, 6 November 2015.

    Ke-12 penerbangan itu dilayani oleh tiga maskapai, yakni Lion Air, Wings Air, dan Garuda Indonesia.

    Trikora menjelaskan pihaknya telah melakukan pengaturan agar tidak terjadi kekacauan pelayanan kepada pengguna jasa angkutan udara.

    "Ada pengaturan prioritas agar berjalan lancar dan tidak berebut. Ini sudah diatur oleh AirNav dan maskapai penerbangan," imbuh dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.