Erupsi Barujari Meningkat, Bandara Lombok Ditutup Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Lalu Zulkarnaen/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Lalu Zulkarnaen/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Pelayanan penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Lombok ditutup lagi, Jum’at 6 November 2015 pagi ini. Dalam rilisnya yang dikirim hari ini, juru bicara PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Gede Eka Sandi mengatakan, karena dampak erupsi Gunung Barujari, Bandara Lombok ditutup sampai Sabtu besok.

    Di Bandara Lombok, setiap harinya ada 70 penerbangan datang dan pergi mengangkut sekitar 3.300 orang. Dari jumlah penumpang itu, 604 orang diantaranya peserta kegiatan tahap II evaluasi evaluasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 Badan Pusat Statistik se Indonesia.

    "Hari ini mereka sudah selesai kegiatan. Ya diupayakan menggunakan jalur transportasi yang lain," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin.

    Sebelumnya, akibat erupsi anak Gunung Rinjani itu, Internasional Green Island Forum ke-3 yang akan diikuti 85 orang dari 11 negara dan 124 provinsi se Indonesia yang semula dijadwalkan Kamis 5 November 2015 dibatalkan walaupun para delegasi sudah berada di Jakarta. Ini karena mereka tidak bisa berangkat ke Lombok.

    Semula Bandara Lombok ditutup mulai Kamis 5 November 2015 malam pukul 18.45 sampai Jum’at pagi ini pukul 08.45. Tetapi sejak Kamis sore, paparan debu sudah menyebar merata di selatan Barujari hingga ke tengah Kota Mataram. "Warga mesti berhati-hati karena sudah ada keluhan mata pedih dan pakai masker hindari kemungkinan ISPA," ujar juru bicara Pemerintah Kota Mataram, Alwan Basri.

    Humas Pemkot Mataram mengeluarkan mobil seruan keliling kota Mataram untuk memberikan maklumat kewaspadaannya karena selama dua hari ini debu sudah semakin tebal berjatuhan. Sadel motor yang diparkir dan di luar rumah maupun di jalanan sudah dipenuhi debu putih material gunung api tersebut.

    Erupsi yang terjadi di Gunung Barujari kawasan Rinjani semakin meningkat. Amplitudo Getaran yang terekam di Pos Pengamatan Gunung Api Rinjani di Dusun Lendang Luar Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur mencapai 55 milimeter. Tinggi lontaran asap membubung hingga 2..500 meter di atas lubang semburannya.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.