Selasa, 17 September 2019

Penemuan Bata Diduga Saluran Air Peninggalan Kerajaan Kediri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan upaya konservasi pada arca Ganesya hasil evakuasi di Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwo, Malang,(31/03). Arca Ganesya menunggang tikustersebut diperkirakan dibuat pada masa kerajaan Kediri pada abad 12 Masehi. ANTARA/Ari B

    Petugas melakukan upaya konservasi pada arca Ganesya hasil evakuasi di Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwo, Malang,(31/03). Arca Ganesya menunggang tikustersebut diperkirakan dibuat pada masa kerajaan Kediri pada abad 12 Masehi. ANTARA/Ari B

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menduga penemuan susunan batu bata di Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur merupakan saluran air bawah tanah peninggalan Kerajaan Kediri, sekitar abad ke-11 Masehi.

    "Setelah kami lihat di media, itu saluran air bawah tanah tertutup," kata Ketua Kelompok Kerja Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Nugroho Harjo Lukito saat dihubungi, Kamis, 5 November 2015.

    Menurutnya, penemuan susunan batu bata tersebut sama dengan saluran air bawah tanah yang ditemukan di Kecamatan Wates, Kediri, Jawa Timur. "Itu sama dengan penemuan yang di Kediri. Bentuknya seperti terowongan," ujarnya.

    Nugroho berujar, saluran air tertutup di bawah tanah sering ia jumpai saat melakukan ekskavasi peninggalan Kerajaan Kediri. "Kalau saluran air peninggalan Kerajaan Majapahit itu kebanyakan di atas tanah," ujar Nugroho.

    Saluran air bawah tanah, kata dia, berfungsi untuk pembuangan air banjir ke sungai besar dan dibuat lurus memanjang. "Nanti kita lihat saluran air itu menuju sampai ke sungai mana yang terdekat." katanya.

    Nugroho mengaku institusinya sampai saat ini belum menurunkan tim untuk melakukan ekskavasi karena belum mendapatkan laporan resmi dari warga dan lurah setempat. "Di media disebut Lurah sudah melapor, tapi kenyataan sampai saat ini belum ada laporan resmi."

    Penemuan susunan batu bata bawah tanah ditemukan pada Kamis, 29 Oktober 2015, oleh Sugiantono, petani setempat. Ia menemukan secara tidak sengaja saat melakukan penggalian sumur untuk mengairi tanaman kacang hijau di lahan garapannya.

    Sejak dilakukan penggalian secara swadaya oleh warga pada Minggu, 1 November 2015, penemuan itu menarik perhatian warga. Tak sedikit dari mereka yang mengkeramatkan lokasi tersebut untuk mencari wangsit ataupun ngalap berkah.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.