Bangkalan Akan Uji Coba Tanam Bibit Padi Tahan Air Laut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani sedang menyirami tanaman daun bawang di Klampis, Bangkalan, Madura, Jawa Timur (9/9). Harga daun bawang naik dari Rp 1000 menjadi Rp 1500 per ikat. Foto: TEMPO/Dwi Narwoko

    Seorang petani sedang menyirami tanaman daun bawang di Klampis, Bangkalan, Madura, Jawa Timur (9/9). Harga daun bawang naik dari Rp 1000 menjadi Rp 1500 per ikat. Foto: TEMPO/Dwi Narwoko

    TEMPO.CO, Bangkalan - Dinas Pertanian dan Peternakan serta Kodim 0829 Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akan melakukan uji coba penanaman bibit padi yang tahan terhadap air laut (rob).

    Komandan Kodim Bangkalan, Letnan Kolonel Infantri Sunardi Isnanto mengatakan, uji coba akan dilaksanakan di Kecamatan Modung di lahan seluas 2 hektare. "Uji coba menunggu turun hujan," kata dia, Kamis, 5 November 2015.

    Selain dua instansi tersebut, kata Isnanto, uji coba juga melibatkan Sekolah Tinggi Teknologi Pertanian (STTP) Malang, Balai Besar Benih Jawa Barat, BKP3, BPS, dan BPTP Jawa Timur. "Proyek ini dibiayai STTP, untuk benih padi dibantu balai benih," ujar dia.

    Uji coba dilakukan karena ditemukan sekitar 300 hektare lahan pertanian rusak dan tidak dapat ditanami akibat terjangan air rob. Lahan itu antara lain di Kecamatan Modung, Kwanyar, Kamal, Socah, Bangkalan, Arosbaya, hingga Tanjung Bumi. "Terbanyak ditemukan di Modung, sekitar 100 hektare," terang dia.

    Awalnya, kata Isnanto, solusi untuk mencegah lahan pertanian terkena air rob adalah membuat tangkis laut. Namun, usul ditolak pemerintah pusat dengan alasan luas areal pertanian yang akan diselamatkan tidak sebanding dengan besarnya biaya untuk membangun tangkis laut.

    "Karena gagal, kami coba cari solusi lain, ternyata ada bibit padi bisa tumbuh di air asin, kami langsung uji coba," ungkap dia.

    Isnanto menambahkan, pada rapat terakhir pekan lalu di Modung, disepakati bahwa ada 9 jenis bibit padi yang diuji coba. Satu jenis bibit, kata dia, akan ditangani khusus oleh satu kelompok tani.

    Dari situ nantinya akan diketahui bibit mana yang paling cocok untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Bangkalan. "Saya tidak hafal nama-nama bibitnya, tapi salah satunya disebut dendang."

    Kepala Bidang Produksi Pertanian, Dipertanak Bangkalan, Geger Heri Susianto membenarkan data dari Kodim Bangkalan. Namun, kata Heri, sebagian lahan yang terkena air rob masih bisa ditanami. Risikonya adalah hasil panen petani menurun tajam. "Jika biasanya sekali panen 5 ton, akibat rob hanya 3 ton," kata dia.

    Soal total lahan yang terdampak air rob, Heri mengaku belum memiliki data pasti. Yang tercatat di Dinas Pertanian hanya lahan pertanian Kecamatan Modung yang terkena air rob sebanyak 50 hektar. "Kalau di kecamatan lain kami belum dapat laporan," kata dia.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.