EKSKLUSIF: Kapolri Soal 1965 di Ubud Writers: Panitia Tak Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti saat memeriksa berkas dan menanda tangain sejumlah berkas di ruangnya di gedung mabes polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti saat memeriksa berkas dan menanda tangain sejumlah berkas di ruangnya di gedung mabes polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti menampik bahwa kepolisian sengaja melarang acara refleksi sejarah kasus 1965 dalam Ubud Writer Festival 2015 di Bali akhir Oktober lalu. Kapolri justru menuding panitia Ubud Festival yang tidak terbuka dalam pelaksanaan acara itu.

    "Ada hal yang kelihatannya disembunyikan," kata Badrodin saat ditemui Tempo secara khusus di rumah dinasnya, Selasa, 3 November 2015.

    Dalam perizinan, menurut Badrodin, penyelenggara Ubud Festival hanya menyebutkan ada pembahasan tentang masalah sosial. Namun, panitia tidak menjelaskan bahwa pembahasan masalah sosial itu akan mengarah pada pembahasan kasus 1965. "Seharusnya, diskusi masalah sosial itu dijelaskan, jadi aparat bisa antisipasi reaksinya," kata Badrodin.

    SIMAK:
    Ubud Writers Festival Batal Bahas G30S, Ini Alasan Polisi
    Ubud Writers & Readers Festival Dilarang Bahas G30S/1965
    3 Acara Bahas G30S/1965 di Ubud Writers Festival Dibatalkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?