Bambang Akui Anggaran Pendidikan Belum Penuhi Konstitusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengakui bahwa anggaran untuk pendidikan masih jauh dari ketentuan konstitusi, yakni minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Namun, kata Bambang, anggaran dana sebesar Rp 36,7 triliun adalah yang terbesar dibandingkan dengan pos-pos yang lain."Permasalahan yang dihadapi bangsa ini memang sangat komplek," katanya seusai menyaksikan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran 2006 di Kantor Gubernur DIY, Senin (2/1).Selain untuk pendidikan, kata dia, anggaran juga diprioritaskan untuk pertahanan dan Polri. "Kalau pendidikan maju tapi pertahanan negara kita hancur," kata dia, "tentu tidak akan ada artinya."Pada 2006, kata dia, Departemen Pendidikan memperoleh anggaran sebesar Rp 36,7 triliun atau sekitar 9,6 persen dari total APBN. Angka ini naik dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 26,5 triliun. Jumlah yang digunakan untuk sektor pendidikan itu, kata dia, masih ditambah dengan anggaran dari Departemen Agama yang sebagiannya adalah untuk kepentingan pendidikan. Bambang mengaku saat pembahasan anggaran untuk sektor pendidikan sudah mengajukan anggaran yang cukup besar. Komisi Pendidikan DPR, kata dia, juga mendukung penuh usulannya. "Masalahnya," kata dia, "yang menentukan anggaran bukan hanya saya tapi DPR dan menteri keuangan." syaiful amin

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.