Abu Vulkanis Gunung Barujari Sudah sampai Mataram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debu vulkanik gunung Barujari menyembur dibalik puncak gunung Rinjani terlihat dari Kecamatan Pringgabaya, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 4 November 2015. Status Gunung Rinjani masih Waspada (level II) yang diberlakukan sejak 25-10-2015 pukul 13.00 WITA. ANTARA/Agung Wirawan

    Debu vulkanik gunung Barujari menyembur dibalik puncak gunung Rinjani terlihat dari Kecamatan Pringgabaya, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 4 November 2015. Status Gunung Rinjani masih Waspada (level II) yang diberlakukan sejak 25-10-2015 pukul 13.00 WITA. ANTARA/Agung Wirawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Abu vulkanis letusan Gunung Barujari di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sudah mulai memasuki Kota Mataram.

    "Betul, sekarang ini abu vulkanis akibat letusan Gunung Barujari sudah masuk ke Kota Mataram, tapi intensitasnya belum signifikan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram Supardi di Mataram, Kamis, 5 November 2015.

    Meski demikian, kondisi itu cukup mengganggu kesehatan masyarakat, sehingga muncul imbauan dari BPBD kepada masyarakat sekitar agar waspada saat beraktivitas di luar rumah.

    "Petugas kami akan menyampaikan informasi terhadap kondisi ini melalui mobil calling yang dilengkapi pengeras suara dengan berkeliling Kota Mataram," ucap Supardi.

    Selain itu, BPBD Kota Mataram membagikan masker kepada warga Mataram agar tidak menghirup abu vulkanis yang sangat berbahaya bagi kesehatan. BPBD juga menggelar rapat penanganan dengan semua perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan.

    Sekitar 1.500 orang pada radius 3 kilometer sudah dievakuasi sejak terjadi letusan. Mereka adalah wisatawan domestik dan mancanegara serta sekitar 300 orang umat Hindu yang tengah beribadah.

    Sekitar pukul 10.45 Wita, Minggu, 25 Oktober 2015, Gunung Barujari meletus hingga mengeluarkan asap dan debu. Sebelumnya, pada Mei 2009, anak Gunung Rinjani tersebut juga meletus.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.