Siswa MTs Yanbuul Quran Raih Emas di LPIR 2015

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja, para siswa MTs Yanbu'ul menciptakan T-Fanter 25.

    Pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja, para siswa MTs Yanbu'ul menciptakan T-Fanter 25.

    INFO KEMENAG - Siswa-siswa MTs Yanbu’ul Qur’an Kudus  meraih medali emas pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat SMP yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Bali pada 25-29 Oktober 2015. Mereka adalah Alin Adzkanuha, Abdullah Faqih, dan Muhammad Nasim Mubarok.

    Selain unggul di bidang akademik, para siswa ini juga hafidz (penghafal) al-Qur’an. Abdullah Faqih dan Muhammad Nasim Mubarok bisa menghafal 30 juz, sementara Alin Adkanuha 18 juz. Menurut Kepala MTs Yanbu’ul Qur’an, Sulis Fanani, minat penelitian para siswa ini tumbuh sejak berdirinya divisi KIR (Karya Ilmiah Remaja) delapan bulan lalu. Divisi ini berada di bawah Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an yang menaungi MTs dan MAS. Kegiatan KIR untuk siswa-siswi MTs dilaksanakan setiap hari Jumat. “Tahap awal pesantren untuk mengembangkan riset adalah mempersiapkan pembangunan gedung dan laboratorium serta menyemangati siswa-siswi untuk mengikuti lomba,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, di ajang LPIR ini ketiga siswa binaannya menciptakan alat T-Fanter 25. Alat ini bisa mendegradasi kadar CO2 dalam asap rokok dari 60 persen menjadi 14 persen. Ketua Tim, Abdullah Faqih menuturkan gagasan menciptakan alat ini berawal dari tugas guru pembimbing yaitu Muhammad Sam’an, untuk meneliti apa yang terjadi di sekitar kita. “Kami  melihat banyak asap rokok dan berpikir bagaimana mengurangi asap tersebut untuk diproses menjadi udara yang segar kembali. Setelah gagasan tersebut disetujui, kami diminta untuk mencari kasus-kasus yang mirip di jurnal-jurnal ilmiah. Setelah itu, kami bekerjasama dengan Universitas Diponegoro untuk melakukan bimbingan, dengan salah satu dosen di sana. Namanya Pak Heri,” tutur Alin Adzkanuha.

    Pembuatan formula-formula alatnya memakan waktu sekitar empat bulan dan hampir mengalami kegagalan berulang kali. Biaya yang dihabiskan dalam pembuatan alat ini sekitar Rp 7 juta.  Bahan-bahan alat tersebut terdiri dari alumunium, lampu UV, Nanopartikel TiO2, karbon aktif, Auabidest dan larutan TEOS. “Yang membuat kami tampil beda adalah bukan hanya karena alat yang kami ciptakan, tetapi ketika kami presentasi kami mengenakan peci dan juga berargumentasi dengan dalil-dalil al-Qur’an, yakni QS. Al-A’raf ayat 46,” kata Abdullah Faqih. Menurut Faqih, alat ini dikembangkan agar bisa bekerja secara efisien dan efektif, serta menyempurnakan desainnya.

    Selain mendapatkan medali, para siswa MTs Yanbu’ul Qur’an ini juga mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 5 juta. Mereka berharap alat ini bisa dikembangkan dan bisa digunakan untuk mengatasi bencana asap yang terjadi akhir-akhir ini.

    Sebelumnya para siswa MTs Yanbu’ul Qur’an ini juga pernah meraih juara I Lomba Karya Ilmiah di MAN 1 Surakarta, juara I Lomba Karya Ilmiah di SMA Darul Ulum, dan juara I Lomba Karya Ilmiah di Universitas Negeri Yogyakarta. Terakhir, ketiga siswa MTs Yanbu’ul Ulum meraih medali emas pada LPIR Nasional kategori  ‘Lomba Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa’.  Judul karya ilmiah mereka adalah “T-Fanter 25: Teknologi Lingkungan Penyaring Udara Termodifikasi Sebagai Upaya Degradasi Polutan Asap Rokok di Smoking Area.” (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...