Debat Kandidat Pilkada Surabaya, Kursi Pendukung Dipisah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan nomor urut pertama calon Walikota Surabaya, Rasiyo (ketiga kanan) dan calon Wakil Walikota, Lucy Kurniasari (kedua kanan) dan pasangan calon Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (ketiga kiri) ketika

    Pasangan nomor urut pertama calon Walikota Surabaya, Rasiyo (ketiga kanan) dan calon Wakil Walikota, Lucy Kurniasari (kedua kanan) dan pasangan calon Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (ketiga kiri) ketika "Deklarasi Pilwali Damai dan Berintegritas" di Surabaya, 27 Oktober 2015. Pilkada serentak Surabaya berlangsung pada 9 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya harus menata posisi kursi dalam acara debat kandidat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. Pada acara debat yang kedua, yang akan berlangsung di Hotel Shangri-La pada Jumat, 6 November 2015, pukul 19.30-21.00 WIB, kursi masing-masing pendukung dua pasangan calon dipisah.

    Ketua KPU Kota Surabaya Robiyan Arifin menjelaskan penataan kursi dalam ruang acara debat dibuat tiga baris. Baris pertama ditempati pendukung pasangan calon nomor urut 1, Rasiyo-Lucy Kurniasari. Barisan kedua diisi para undangan dari berbagai elemen, termasuk akademikus. Sedangkan pendukung pasangan calon nomor urut 2, Tri Rismaharani-Whisnu Sakti Buana, menempati kursi barisan ketiga.

    Pengaturan kursi, terutama yang ditempati para pendukung masing-masing pasangan calon merupakan salah satu yang dibahas dalam rapat evaluasi setelah acara debat pertama beberapa waktu lalu.

    Robiyan menjelaskan, dalam rapat itu juga dibahas berbagai persiapan menghadapi acara debat yang kedua. Selain tim pemenangan masing-masing pasangan calon, juga hadir panitia pengawas pemilu Kota Surabaya serta pihak kepolisian. "Kami juga undang tim dari JTV yang akan menyiarkan secara live acara tersebut," kata Robiyan kepada Tempo, Kamis, 5 November 2015.

    Robiyan mengimbau para pendukung kedua pasangan calon agar tidak membawa atribut lain selain yang melekat pada badan. Para pendukung juga diingatkan agar menjaga ketertiban saat debat yang disiarkan secara langsung oleh JTV.

    “Ketertiban para pendukung menjadi pertimbangan masyarakat untuk memberikan dukungannya. Panwas juga akan memantau debat itu," ujar Robiyan.

    Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi Nur Syamsi mengatakan acara debat harus bisa dimanfaatkan kedua pasangan calon untuk menyampaikan visi-misinya. Masyarakat pun harus memanfaatkan acara debat untuk mengenal lebih dekat para calon, sehingga dapat membantu memantapkan pilihannya saat pencoblosan 9 Desember mendatang. "Saat coblosan nanti, masyarakat langsung mantap untuk memilih siapa," ucap Nur.

    Acara debat pertama sudah digelar pada Jumat, 30 Oktober lalu. Debat kedua pada Jumat, 6 November. Sedangkan debat terakhir pada 27 November 2015.

    Tema pada debat kedua "memperkokoh NKRI dan kebangsaan". Debat terdiri dari lima segmen pertanyaan yang diajukan pemandu kepada masing-masing pasangan calon.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.