Titik Panas Sumatera Melonjak Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengenakan masker dengan latar belakang papan informasi jumlah titik panas atau

    Seorang warga mengenakan masker dengan latar belakang papan informasi jumlah titik panas atau "hotspot" kebakaran lahan dan hutan, di Kota Pekanbaru, Riau, 21 Oktober 2015. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Satelit Terra dan Aqua kembali memantau lonjakan titik panas di sejumlah wilayah di Sumatera yang mencapai 117 titik. Jumlah tersebut jauh meningkat dibanding sebelumnya yang sempat menyusut menjadi 30 titik panas. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 94 titik.

    "Titik panas terpantau pukul 07.00," kata Kepala Badan, Meteorologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin Widayat, Kamis, 5 November 2015. (Lihat video Paripurna DPR Gagal Bentuk Pansus Asap, Cerita BNPB Soal Foto Habis Bakar Terbitlah Sawit)

    Menurut Sugarin, titik panas juga terpantau di daerah lain, seperti Bangka Belitung dengan 14 titik, Lampung 6 titik, dan Jambi 4 titik. Sedangkan di Riau terpantau satu titik panas, yakni di Indragiri Hilir. "Tingkat kepercayaan di Riau di atas 70 persen, yakni satu titik panas," ujar Sugarin.

    Sugarin menjelaskan, secara umum, kondisi cuaca Riau cerah berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan-sedang disertai petir terjadi di sebagian besar wilayah Riau. "Hujan terjadi saat sore dan malam hari," ucapnya.

    Kualitas udara di sejumlah wilayah di Riau lumayan baik. Jarak pandang di Pekanbaru mencapai radius 3.000 meter, Rengat 3.000 meter, Pelalawan 3.000 meter, dan Dumai 4.000 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?