Ini Sebabnya Beda Harga Obat Bisa Ratusan Kali Lipat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obat-obatan/vitamin/suplemen. REUTERS/Srdjan Zivulovic

    Ilustrasi obat-obatan/vitamin/suplemen. REUTERS/Srdjan Zivulovic

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Formularium Obat Nasional--penyusun daftar obat untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan--Profeson Iwan Dwiprahasto menilai harga obat di Indonesia aneh. Sebabnya, harga obat dengan formula yang sama bisa berselisih puluhan, bahkan ratusan, kali lipat.

    “Harga obat di Indonesia sangat aneh. Obat yang sama isinya, cuma beda kemasan, bisa sangat berbeda harganya,” kata Iwan kepada Tempo pada pertengahan Oktober lalu. (Baca: EKSKLUSIF: 2.125 Dokter Diduga Terima Suap Obat Rp 131 M)

    Dia mencontohkan, ada obat antihipertensi berharga Rp 500 per tablet. Tapi obat yang sama dengan merek berbeda bisa mencapai Rp 18.000 per tablet. “Kalau dengan obat yang mahal orang bisa sembuh jauh lebih cepat, tak masalah. Tapi ini kan tidak, karena isinya sama,” ucap Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada tersebut. (Baca: EKSKLUSIF, Suap Dokter: Begini Akal-akalan Orang Farmasi)

    Hasil riset tim investigasi Tempo terhadap sejumlah obat membenarkan pernyataan Iwan. Harga antibiotik Amoksisilin 500 miligram, misalnya, hanya Rp 387,99 per kapsul. Tiga merek berbeda harganya lebih dari Rp 2.500. Bahkan harga Amoxan 500 miligram bisa mencapai Rp 4.050 per kapsul atau sepuluh kali lipat dari Amoksisilin.

    Iwan menyatakan mahalnya harga obat, antar lain, karena biaya promosi yang sangat tinggi. Menurut dia, biaya promosi bisa mencapai 40 persen dari harga obat. Salah satu biaya promosi itu adalah pemberian komisi untuk para dokter oleh perusahaan obat. Tentu saja, tujuannya adalah agar dokter meresepkan obat produksi perusahaan tersebut kepada pasien. Hasil penelusuran tim investigasi Tempo menunjukkan banyak dokter menerima duit dari perusahaan farmasi. (Baca: Suap Obat, Dokter Terima Mobil Yaris hingga Camry)

    TIM INVESTIGASI TEMPO

    Baca juga:
    Heboh Suap Dokter: Tiga Hal yang Mengejutkan
    Gara-gara Istri Abramovich, Mou Terpuruk



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?