Tugu Konferensi Asia Afrika Jadi Korban Iseng Tangan Jahil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Tugu peringatan yang menampilkan nama-nama negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) di Simpang Lima Kota Bandung dipreteli tangan jahil yang mengambil sejumlah hurufnya.

    "Saya juga baru sadar bisa huruf di tugu KAA itu ada yang copot, diduga dipreteli oleh tangan jahil. Itu harus dihentikan dan jangan menunggu sampai benar-benar rusak," kata Jajang Hermawan, warga Burangrang, Kota Bandung, Rabu, 4 November 2015.

    Bagian tugu yang menjadi korban tangan jahil itu pada nama negara United Emirate Arab yang mana enam hurup Emirate hilang dari posisinya. Yang tersisa tinggal nama United ... Arab.

    "Bila dibiarkan tidak ada upaya menjaganya, kemungkinan huruf-huruf lain bisa hilang diambil orang. Kalo bisa ada pembatasnya," kata Jajang.

    Hilangnya huruf kata Emirate itu terlihat jelas dari arah selatan atau dari arah Jalan Gatot Subroto dan Jalan A Yani. Nama negara yang dicabut hurufnya itu terletak pada bagian paling bawah.

    Sedangkan bagian tugu lainnya masih tetap utuh. Namun menurut Jajang tidak menutup kemungkinan bila tidak dipagar huruf-huruf itu akan banyak yang dipreteli.

    Ia tidak tahu persis mengapa huruf kata Emirate yang hilang dari posisinya itu, sedangkan hurup lainnya tidak ada yang diambil.

    "Huruf yang diambil memang mirip dengan sponsor sebuah klub sepak bola terkenal di Inggris. Tapi sayang kok tugu peringatan ini menjadi korbannya," kata pria yang juga pendidik di sebuah SMA di Kota Kembang itu.

    Tugu nama-nama negara KAA yang berlokasi di simpang lima yang juga awal Jalan Asia Afrika itu dibangun menjelang peringatan HUT ke-60 KAA yang merupakan bagian revitalisasi kawasan Jalan Asia Afrika.

    Kawasan di dekat Gedung Merdeka, tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1954 itu dipermak untuk kepentingan peringatan peringatan KAA ke-60 dan saat ini menjadi salah satu kawasan kunjungan wisatawan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.