OC Kaligis: Jangan Sampai Saya 90 Tahun di Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, OC Kaligis memasuki gedung KPK untuk diperiksa di Jakarta, 15 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, OC Kaligis memasuki gedung KPK untuk diperiksa di Jakarta, 15 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Otto Cornelis Kaligis membuat banyak orang yang hadir dalam persidangan kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang berlangsung hari ini, Rabu, 4 November 2015, tertawa. 

    Meski sempat menyatakan penolakannya menjadi saksi bagi kliennya, Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho, dan curhat soal rekeningnya yang diblokir KPK, OC Kaligis juga menanggapi mengenai banyaknya media di ruang pengadilan.

    Soal ia curhat karena pegawainya tak digaji akibat rekeningnya diblokir KPK, OC Kaligis menuturkan alasannya membela para hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan yang diduga menerima suap darinya. (Baca: Kasus Anak Buah OC Kaligis Terkait Gatot Segera Disidangkan.) 

    OC Kaligis rela dihukum sendiri. "Biarlah saya yang dihukum, Yang Mulia. Tapi jangan lama-lama, Yang Mulia. Jangan sampai usia saya 90 tahun di penjara," ujar OC Kaligis dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 4 November 2015.

    Dalam pembicaraan serius di luar persidangan, Kaligis mengakui harus memulai kariernya dari awal lagi. Ia juga tengah merancang sebuah lembaga bantuan hukum yang baru. (SIMAK: OC Kaligis Emoh Jadi Saksi Gatot Pujo)

    OC Kaligis adalah terdakwa kasus suap yang melibatkan tiga hakim dan seorang panitera PTUN Medan. KPK menduga Kaligis menyuap mereka untuk memuluskan perkara pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

    Gugatan pengujian itu berhubungan dengan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara yang menyeret nama Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho beserta istrinya, Evy Susanti. (SIMAK: OC Kaligis Titip Tas untuk Rio Capella, Isinya Duit dan Soal Gatot Pujo)

    Kasus suap ini terungkap setelah KPK menangkap tangan anak buah Kaligis, M. Yaghari Bastari alias Gari, dan para hakim PTUN Medan: Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting, dan Amir Fauzi. Serta seorang lagi, panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang tersebut sebagai tersangka. Serta Kaligis, Gatot, dan Evy. Kaligis, tiga hakim, dan seorang panitera, sudah menjadi terdakwa dan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.