Versi Komandan, Sersan Yoyok Serahkan Diri Setelah Tembak Mati di Cibinong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. tribune.com.pk

    Ilustrasi. tribune.com.pk

    TEMPO.CO, Jakarta - Mayor Infanteri Deni Eka, Komandan Sersan Yoyok Hadi di Batalion Intel Kostrad, memberikan versi berbeda soal anak buahnya. Sersan Yoyok, katanya, tidak melarikan diri setelah menembak mati Marsin Jasmani di Jalan Mayor Oking Cibinong Bogor.

    Menurut Deni Eka, Yoyok Hadi langsung menuju pos polisi terdekat dan menyerahkan diri ke Markas Polisi Militer Kodam III Siliwangi terdekat, setelah mengosongkan senjata.(baca:Insiden Cibinong, Usai Nembak, Sertu Yoyok Melarikan Diri)

    Namun, versi lain, Yoyok Hadi yang bernomor pokok personel TNI 31000642560481 itu ditangkap massa setelah mencoba kabur melalui jalan Tol Jagorawi. Penembakan hingga tewas di tempat itu juga disaksikan banyak orang.

    SIMAK: Tembak Mati Marsin di Cibinong, Sersan Yoyok Mengaku Terdesak

    "Rencana memang mau ke Sub Detasemen Polisi Militer. Tapi massa banyak, jadi nggak bisa putar balik, keburu dihadang. Pistol diambil Polisi Militer TNI AD, polisi enggak berani ambil," kata Deni Eka di  Bogor, Rabu, 4 November 2015.

    Menurut Deni Eka, sersan Yoyok mengosongkan senjatanya, baru datang Polisi Militer TNI AD sehingga pistol itu diambil. "Selama ini, dia dikenal pendiam, jarang bicara, paling hanya senyum-senyum," ucapnya.

    Sersan Yoyok Hadi diketahui tengah mengendarai Honda CRV bernomor F 1239 DZ bersama rekan wanitanya, warga Jalan Srikaya, Desa Pabuaran, Kecamatan Cibinong, lalu disengggol Jasmani yang mengendarai sepeda motornya secara zig-zag. Tidak terima dengan kelakuan Jasmani, Hadi mengejar dia dan baru didapat di depan SPBU itu.
    (baca:Sersan Penembak Mati Marsin di Cibinong Punya Tugas Khusus) 

    Yoyok Hadi secara terang-terangan menembak kepala seorang pengendara sepeda motor, Marsin Jasmani (40), di Jalan Mayor Oking Jayataatmaja, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, di depan SPBU Nomor 34-16803 sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin. 

    Menurut Deni Eka, begitu mendapat laporan tersebut, ia langsung menuju lokasi kejadian. Lalu, bersama dengan Ketua DPC BPPKB Bogor Tubagus Enungsutisna, mereka mengunjungi rumah korban.

    "Malam itu, saya langsung meluncur dari Karawang karena sedang latihan Taipur ke Subdenpom. Tadi malam, kita santuni keluarga korban dalam bentuk uang. Tadi juga disantuni uang dan sembako. Untuk tahlilan juga kita siapkan," ucapnya. 

    ANTARA
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.