Derita Masitoh, Istri Korban Aksi Koboi Sersan Yoyok di Cibinong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. (AP Photo/Robert Ray)

    Ilustrasi penembakan. (AP Photo/Robert Ray)

    TEMPO.COBogor - Siti Masitoh, 39 tahun, istri dari Marsin Jasmani alias Japra, 40 tahun, pengendara sepeda motor yang tewas ditembak Sersan Yoyok masih syok dengan kejadian yang dialami suaminya.  Sersan Yoyok adalah anggota TNI Angkatan Darat dari Yon Intel Taipur Kostrad Cilodong, Depok yang menembak mati Marsin di depan SPBU 34-16803 di Jalan Raya Mayor Oking, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, masih syok atas kejadian yang menimpa suami sekaligus tulang punggung keluarganya itu.

    "Saya masih syok dan merasa kehilangan karena dia memang tulang punggung keluarga kami, meski suami saya pekerjaannya hanya serabutan," kata Siti Masitoh saat ditemui di rumah duka di Jalan Kayu Manis, RT 04/02, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu, 4 November 2015.

    Dia mengatakan mendapat informasi korban tewas sekitar pukul 17.00 saat masih berada di pabrik garmen tempatnya bekerja. "Saya sedang bekerja sebagai buruh di pabrik garmen, dan mendapat telepon bahwa saya harus segera pulang," ujarnya.

    Sesampainya di rumah, Siti diberi tahu bahwa suaminya tewas karena ditembak oknum anggota TNI hanya gara-gara senggolan kendaraan dan adu mulut di jalan. "Saya dilarang melihat kondisi suami saya di rumah sakit Jakarta, dan memang saya pun sangat syok mengetahui suami saya menjadi korban penembakan," tuturnya.

    Saat penembakan itu, Japra sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai bekerja di toko elektronik di Pasar Cibinong. "Yang membuat saya paling sedih adalah suami saya itu sangat dekat dengan anak saya yang kecil," ucapnya.

    Bahkan korban memiliki cita-cita dan keinginan bahwa anaknya yang bernama Irgi Ananda, 5 tahun, menjadi pemain sepak bola. "Biar masih kecil, tapi oleh suami saya, Irgi sudah didaftarkan ke sekolah bola," katanya.

    BACA:
    Sersan Penembak Mati Marsin di Cibinong Punya Tugas Khusus

    Menurut dia, meski pihak keluarga telah memaafkan YH, oknum anggota TNI Angkatan Darat dari Yon Intel Taipur Kostrad, dia tetap meminta agar pelaku penembakan tersebut mendapatkan hukuman berat karena telah membunuh korban. "Penembakan yang dilakukan sangat keji, sehingga pelaku harus mendapatkan hukuman berat agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban seperti yang menimpa suami saya," ujarnya.

    Ketua RT 004 Mahyudin mengatakan jenazah Marsin Jasmani sudah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Cirimekar, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu, 4 November 2015, sekitar pukul 09.00. "Korban kelahiran Banten. Dia bekerja sebagai pengojek dan pegawai toko di Pasar Cibinong," tuturnya.

    M. SIDIK PERMANA


    BACA JUGA
    EKSKLUSIF: Suap Obat, Dokter Terima Mobil Yaris hingga Camry
    Mayat Hilang, Polisi Temui Tubuh Berserak di Rumah Pria Ini

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.