Patrice Rio Capella Cabut Gugatan Praperadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella berada di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, 16 Oktober 2015. Rio Capella dimintai keterangannya untuk pertama kalinya sebagai tersangka. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella berada di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, 16 Oktober 2015. Rio Capella dimintai keterangannya untuk pertama kalinya sebagai tersangka. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Patrice Rio Capella, mantan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, akhirnya mencabut gugatan praperadilan atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Rabu, 4 November 2015. Permohonan pencabutan praperadilan itu sebelumnya diajukan kuasa hukum Patrice pada Jumat lalu.

    "Bersamaan hari itu juga (Jumat) sudah P21 perkaranya. Senin kemarin, berkas sudah dilimpahkan ke PN. Dari sisi itu, kami yakin bahwa ini tidak efektif untuk dilanjutkan," kata Muspani, pengacara Patrice Rio Capella, saat dihubungi Tempo, Rabu, 4 November 2015.

    Muspani mengakui gugatan dicabut setelah KPK menyatakan berkas perkara mantan Sekjen NasDem itu rampung dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Hal ini dilakukan lantaran gugatan ini dinilai tidak akan efektif jika dilanjutkan.

    Selain itu, Maqdir Ismail, pengacara Rio Capella lainnya, melalui pesan pendek mengatakan, Jumat lalu sebelum sidang, kuasa hukum Rio Capella mendapat kabar bahwa sudah ada penyerahan berkas tahap kedua dari penyidik ke penuntut umum. "Faktanya, Senin sudah dilimpahkan ke Pengadilan. Sekarang kami nunggu jadwal sidang," katanya.

    Sebelumnya, Rio Capella dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima gratifikasi dalam penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Provinsi Sumatera Utara oleh kejaksaan.

    Saat itu, Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya, Evy Susanti, diduga memberikan uang Rp 200 juta kepada Patrice melalui Fransisca Insani Rahesti, staf magang di kantor OC Kaligis.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.