EKSKLUSIF: Suap Obat, Interbat Transfer Uang ke MMC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit MMC di Rasuna Said, Jakarta. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Rumah Sakit MMC di Rasuna Said, Jakarta. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) tercatat sebagai penerima uang dari perusahaan farmasi PT Interbat. Dalam catatan keuangan Interbat yang diperoleh Tempo, rumah sakit yang berada di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, itu menerima uang dengan total Rp 318 juta selama periode 2013-2014.

    BACA: Diduga Suap Ribuan Dokter, Begini Jawaban Interbat

    Uang tersebut, menurut dokumen Interbat, ditransfer dari rekening Interbat ke rekening milik Direktur Utama PT Kosala Agung Metropolitan Robby Tandiari. Kosala Agung Metropolitan merupakan perusahaan pemilik RS MMC. Direktur Utama RS MMC Adib A. Yahya membenarkan RS MMC pernah menerima uang dari Interbat.

    Adib mengatakan uang itu bagian dari kerja sama antara RS MMC dan Interbat. Isi kerja sama itu adalah RS MMC menerima diskon 10-20 persen atas pembelian obat dari Interbat. MMC melunasinya dengan cara meresepkan obat produksi Interbat. Jika dalam setahun belum lunas, ditanggulangi dengan meresepkan obat Interbat lagi pada tahun berikutnya.

    BACA: EKSKLUSIF: 2.125 Dokter Diduga Terima Suap Obat Rp 131 M

    "Saya kira kerja sama itu di dunia bisnis biasa, ya, harga sekian, kami minta diskon," kata Adib, Oktober 2015. "Diskon itulah yang dikirimkan ke rumah sakit. Jadi itu uang kami yang dikirimkan oleh Interbat ke kami."

    Robby Tandiari pun membenarkan transfer uang dari Interbat ke rekening atas nama dirinya. Ia mengatakan rekening itu milik perusahaan. Uang tersebut juga diperuntukkan buat kepentingan rumah sakit dan pasien. "Pelaporannya kan jelas, kami tidak menerima cek, kami hanya menerima uang cash. Meski masuk ke rekening, kan, itu nanti akhir tahun diaudit," ujar Robby, yang ditemui Oktober 2015.

    BACA: EKSKLUSIF, Suap Dokter: Begini Akal-akalan Orang Farmasi

    Adapun pengacara Interbat, Pieter Talaway, membenarkan Interbat memberikan diskon penjualan obat kepada apotek dan rumah sakit.

    TIM INVESTIGASI

    BERITA MENARIK
    Isi Laporan Soal PSSI yang Bikin FIFA Kaget depan Jokowi
    FIFA Temui Jokowi, Menpora: Mereka Kaget Dengar Soal PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?