Cegah Kebakaran Hutan, Warga Lereng Penanggungan Dilibatkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki menikmati pemandangan berupa hamparan awan dengann latar belakang gunung Welirang serta gunung Arjuna dari atas puncak gunung Penanggungan, 31 Mei 2015.  TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pendaki menikmati pemandangan berupa hamparan awan dengann latar belakang gunung Welirang serta gunung Arjuna dari atas puncak gunung Penanggungan, 31 Mei 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Mojokerto – Kelompok pecinta alam bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan  Sumber Lestari, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, punya cara sendiri untuk menjaga ekosistem alam, termasuk mencegah kebakaran hutan di Gunung Penanggungan.

    “Kami ikut melakukan konservasi, termasuk persemaian dan membersihkan gulma di sekitar pepohonan untuk mencegah kebakaran,” kata salah satu pecinta alam yang juga warga Tamiajeng, Yahya Setianto, Selasa, 3 November 2015.

    Selain persemaian, kelompok pecinta alam  setempat maupun yang datang dari berbagai daerah juga menanam segala macam pohon dan buah-buahan di lahan Gunung Penanggungan. “Selain untuk mencegah erosi, juga bisa untuk makanan hewan liar maupun pendaki yang kelelahan,” katanya.

    Sekretaris Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sumber Lestari Khoirul Anam menambahkan, pihaknya rutin bekerja sama dengan Perum Perhutani Resor Pemangkuan Hutan Penanggungan untuk merawat kelestarian hutan. “Kami bersama Perhutani melakukan pembibitan 5.000 jenis tanaman, seperti sengon, mahoni, beringin, akasia, dan sebagainya," kata dia.

    Bibit pohon tersebut akan ditanam di sejumlah titik, termasuk lereng gunung, saat musim hujan tiba. Selain ikut melakukan konservasi, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sumber Lestari  juga terlibat aktif mengatasi kebakaran yang sering terjadi selama musim kemarau.

    Kebakaran tersebut dipantau dari posko pintu masuk pendakian Gunung Penanggungan di Tamiajeng, yang dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan. “Jika dari bawah terlihat di atas ada titik api, petugas posko langsung naik untuk memadamkan secara manual dengan ranting,” katanya.

    Menurut dia, kebakaran di Gunung Penanggungan kebanyakan karena ulah perambah yang membuka hutan untuk ladang atau kebun. “Rata-rata, asal api dari wilayah yang dekat dengan permukiman warga, bukan dari jalur pendakian,” katanya.



    ISHOMUDDIN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.