Cara Benar Mengolah Lahan Gambut, Ini Rekomendasi UGM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prof. Ir. Dwikorita Karnawati MSc., Phd menghadiri pelantikan dan serah terima jabatan Rektor UGM di Balai Senat UGM, Yogyakarta, 24 November 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Prof. Ir. Dwikorita Karnawati MSc., Phd menghadiri pelantikan dan serah terima jabatan Rektor UGM di Balai Senat UGM, Yogyakarta, 24 November 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Kerja Gambut Universitas Gajah Mada memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai penanganan dan pengelolaan lahan gambut  terutama di Papua, Kalimantan dan Sumatera. Rekomendasi  itu di antaranya pemetaan lahan gambut dan bagaimana menjaga agar lahan tersebut menjadi sumber penyimpanan air.

    "Presiden Jokowi mendapat masukan yang sangat berharga tentang penanganan secara komprehensif mengenai masalah gambut di Indonesia," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Presiden, Selasa, 3 November 2015.

    Luhut menjelaskan hal itu setelah mendampingi Presiden Joko Widodo  menerima Kelompok Kerja Gambut UGM di Istana Merdeka. Presiden meminta pengelolaan lahan gambut dibenahi dan meminta UGM melakukan kajian mendalam terhadap masalah tersebut.

    Rektor UGM Dwikorita Karnawati mengatakan, untuk mengatasi dan mencegah kebakaran hutan, pemerintah memerlukan integrasi beberapa aspek. "Diperlukan rekayasa sosial, teknis, dan aspek pembangunan ekonomi dalam pengelolaan perkebunan," kata Dwikorita.

    Dwikorita menambahkan, pemerintah perlu pula menyiapkan mekanisme legal dalam menangani masalah kebakaran hutan. "Mengatasi kerusakan atau kebakaran hutan perlu restorasi lahan gambut, pengelolaan tata air dan rekayasa sosial," ucapnya.

    Pakar gambut UGM, Azwar Maas, menambahkan gambut terbentuk dari sisa tanaman hutan yang bersentuhan dengan. Menurut dia, di lahan gambut yang masih asli terdapat kubah yang menyimpan air.

    "Konsepnya air bergerak dari tinggi ke rendah dari kubah itu sehingga lahan tetap basah. Sekarang banyak kubah yang dimanfaatkan, sehingga fungsinya hilang. Areal kubah ini harus dikembalikan dalam fungsinya sebagai penyimpanan air," paparnya.

    Azwar menyebutkan saat ini tidak ada konservasi terhadap fungsi kubah, akibatnya  banyak lahan gabut terbakar. Lahan gambut di wilayah Papua juga harus mendapat perhatian karena rawan kebakaran.

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan pemetaan di lahan gambut. "Akan segera dibuat pilot project untuk pemetaan. Kalau dilihat konteks waktunya, kami harus segera melakukan pencegahan," katanya.

    ANANDA TERESIA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.