Istana Sebut Ada Pembunuhan Karakter Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi, didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani  dan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek membagikan Kartu Indonesia Sehat kepada warga Suku Anak Dalam di Sarolangun, Jambi, Jumat, 30 Oktober 2015. ANTARA/Wahdi Septiawan

    Presiden Jokowi, didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek membagikan Kartu Indonesia Sehat kepada warga Suku Anak Dalam di Sarolangun, Jambi, Jumat, 30 Oktober 2015. ANTARA/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan  Istana tak akan melapor ke polisi soal foto pertemuan Presiden Joko Widodo bersama sebagian penduduk suku Anak Dalam saat ke Jambi, Jumat, 30 Oktober 2015. Foto itu jadi perbincangan di dunia maya dan dianggap sebagai setting-an.

    "Kami tak akan melapor ke polisi, tapi tentunya kami juga melihat, mencatat, bahwa yang seperti ini mudah-mudahan tidak akan terjadi di kemudian hari," kata Pramono Anung setelah menghadiri sidang kabinet di kantor Presiden di Jakarta, Senin, 2 November 2015.

    Menurut Pramono Anung, Presiden Jokowi secara sungguh-sungguh ingin mengangkat persoalan suku Anak Dalam tanpa berprasangka apa-apa. Meski begitu, Pramono menilai ada pihak yang justru melakukan semacam pembunuhan karakter (character assassination).

    "Yang beredar di media sosial cukup luas yang berkaitan dengan kunjungan Presiden ke suku Anak Dalam, yang seakan-akan ada rekayasa dalam foto. Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada sama sekali yang dilakukan oleh Presiden seperti yang dituduhkan," ujarnya.

    Pramono mengungkapkan memang ada satu orang yang sama, yaitu Husni Thamrin (memakai batik), yang bertindak sebagai penerjemah saat berbicara dengan penduduk suku Anak Dalam yang ada di dua tempat.

    Sekretaris Kabinet juga mengungkapkan jarak antara lokasi Presiden mengunjungi suku Anak Dalam, di mana mereka turun gunung atau keluar dari hutan, dan lokasi tempat penampungan itu kurang-lebih sekitar 600-800 meter.

    "Dengan demikian, apa yang dikembangkan di media sosial ini sudah di luar etik. Sama sekali tidak ada rekayasa foto atau apa pun, dan itu bukan karakter Presiden kita," tutur Pramono.

    Pramono juga mengatakan, dalam setiap kunjungannya, Presiden selalu menegaskan jangan ada hal yang seakan-akan diperlihatkan baik. "Beberapa acara yang sudah disusun dan ternyata baru disiapkan satu-dua hari, begitu dilaporkan kepada Presiden, pasti akan dibatalkan," ucapnya.

    Pramono mengatakan Presiden Jokowi akan mengunjungi tempat-tempat yang memang membutuhkan kebijakan dan keputusan darinya. Termasuk rumah singgah di Palembang, yang sama sekali bukan hal yang direkayasa. "Tempatnya memang di tempat kumuh, dan itulah yang menjadi hal yang mendapatkan perhatian Presiden selama ini," kata Pramono Anung.

    REZA ADITYA | ANTARA

    Baca juga:
    Suap Dokter=40% Harga Obat: Ditawari Naik Haji hingga PSK
    Terkuak, 40% dari Harga Obat Buat Menyuap Dokter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.