Setelah Hujan, Titik Panas di Sumatera Justru Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peta sebaran titik api di Indonesia, 23 Oktober 2015. satelit.bmkg.go.id

    Peta sebaran titik api di Indonesia, 23 Oktober 2015. satelit.bmkg.go.id

    TEMPO.CO, Padang - Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera selama beberapa hari terakhir ternyata tak cukup meredam kebakaran hutan. Jumlah titik panas yang sebelumnya menyusut pagi ini justru bertambah lagi.

    Berdasarkan pantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pada Selasa pagi, 3 November 2015, terdapat sekitar 200 titik panas yang muncul. Padahal, sehari sebelumnya, hanya terdapat tujuh titik panas.

    Jumlah terbesar terdapat di Sumatera Selatan dengan 165 titik panas. Disusul Kepulauan Bangka Belitung dengan 16 titik panas. "Ini berdasarkan pantauan titik panas dan asap pada hari ini pukul 06.00 WIB," ujar staf Obsevasi dan Informasi Stasiun GAW BMKG, Albert Nahas.

    Menurut Albert, tujuh titik panas juga muncul di Jambi, sementara di Lampung 12 titik panas. Beruntung, peningkatan titik panas itu dibarengi dengan peningkatan potensi hujan di Sumatera. Terutama di bagian utara dan tengah sehingga menyebabkan berkurangnya sebaran asap.

    Di Sumatera Barat, kata Albert, titik panas masih terlihat di bagian selatan. "Misalnya saja Solok Selatan dan Dharmasraya diprediksi masih terdampak kabut asap, meski tidak sesignifikan minggu sebelumnya," katanya.

    Sebelumnya, Kepala BPBD Dharmasraya Suwandi mengatakan asap masih mengganggu kehidupan masyarakat Dharmasraya karena hujan belum merata. "Kualitas udara masih berkisaran sedang," tuturnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.