Kebakaran Hutan di Gunung Merapi Semakin Meluas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang video jurnalist mengabadikan gambar bara api yang membakar kawasan gunung Merapi di Jrakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 November 2015. Kebakaran tersebut telah membakar sebanyak 30 hektar kawasan hutan gunung Merapi. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Seorang video jurnalist mengabadikan gambar bara api yang membakar kawasan gunung Merapi di Jrakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 November 2015. Kebakaran tersebut telah membakar sebanyak 30 hektar kawasan hutan gunung Merapi. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Boyolali - Kebakaran di kawasan hutan lindung Gunung Merapi yang terjadi sejak Ahad lalu di wilayah Dukuh Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Jawa Tengah, hingga Senin siang semakin  meluas. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Resort Selo, Suwignya, saat ini terpantau ada empat titik api. “Titik api pertama di barat pos satu pendakian,” kata Suwignya.

    Adapun tiga titik api lain di kawasan lumutan bawah Batu Gajah, di barat atas pintu pendakian.“Yang terbakar itu semak belukar. Total luas lahan yang terbakar sampai siang ini sekitar 20 hektare,” kata Suwignya. (Lihat video Peristiwa Kebakaran Hebat di Hutan Indonesia)

    Hingga Senin siang, kebakaran sudah mengarah ke sisi barat alias menjauh dari ladang warga sekitar. “Saat ini, api terpantau di barat Kali Apu dan utara Pasar Bubrah, kawasan terdekat dari puncak Gunung Merapi. Api masih jauh dari jalur pendakian,” kata Suparno, relawan dari  Organisasi Pengurangan Risiko Bencana Desa Samiran, Kecamatan Selo.

    Tim gabungan pemadam kebakaran kawasan hutan lindung Gunung Merapi berfokus mencegah api agar tidak merembet ke selatan. “Berbahaya kalau apinya ke selatan, bisa membakar hutan, ladang tembakau, dan lain-lain,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo.

    Kurniawan mengatakan, tim gabungan pemadam kebakaran lereng Gunung Merapi terdiri atas anggota TNI, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, BPBD Boyolali dan BPBD Provinsi Jawa Tengah, serta relawan. Selama empat hari, sejak Senin-Kamis, tim yang terdiri atas 40 orang itu akan memantau pergerakan api serta membuat sekat bakar atau ilaran api.

    “Setelah membuat ilaran api di depan arah penjalaran api, kemudian dilakukan teknik pemadaman bakar balik (back fire),” kata Kurniawan.

    Teknik bakar balik adalah pembakaran pada tepi ilaran yang berhadapan dengan muka api kebakaran hutan (berlawanan dengan arah angin). Dengan demikian, api dari kedua sisi akan bertemu di tengah dan akhirnya padam sendiri setelah bahan bakarnya habis.

    "Pemadaman secara langsung sulit dilakukan karena kebakaran terjadi di lereng-lereng jurang yang curam," katanya.



    DINDA LEO LISTY


     Baca juga:
    Suap Dokter=40 % Harga Obat: Ditawari Naik Haji hingga PSK
    Terkuak, 40% dari Harga Obat Buat Menyuap Dokter


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.