Ingin ke Palestina, Jemaah An-Nadzir Akui Terima Wangsit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jemaah An-Nadzir melaksanakan Sholat ied, idul Fitri  di areal perkebunan STTP Gowa,  Sulawesi Selatan (27/7). Jemaah An-Nadzir ini meyakini pergantian bulan Ramadhan ke 1 syawal 1435 Hijriyah pada pukul 13.00 WITA Sabtu (26/7) kemarin. TEMPO/Iqbal lubis

    Sejumlah jemaah An-Nadzir melaksanakan Sholat ied, idul Fitri di areal perkebunan STTP Gowa, Sulawesi Selatan (27/7). Jemaah An-Nadzir ini meyakini pergantian bulan Ramadhan ke 1 syawal 1435 Hijriyah pada pukul 13.00 WITA Sabtu (26/7) kemarin. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Gowa - Aparat Kepolisian Resor Gowa mengamankan delapan anggota jemaah An-Nadzir yang berencana ingin ke Palestina, Senin 2 November 2015.

    Dari hasil pemeriksaan polisi, mereka mengaku ingin ke Palestina setelah mendapatkan petunjuk atau wangsit dari Tuhan.

    "Mereka mengaku wangsit dari Tuhan," kata Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Gowa, Ajun Komisaris Surahman, Senin 2 November 2015.

    Delapan anggota jemaah An-Nadzir, Kabupaten Gowa ditangkap di Markas Kepolisian Resor Gowa. Mereka dibawa ke Mapolres Gowa setelah sebelumnya diamankan pihak Polres Sabang, Aceh karena diduga menyebarkan aliran sesat di daerah itu.

    Saat diperiksa, pimpinan rombongan tersebut Sultan Loteng (45) mengakui anaknya Qayyum (1) menerima roh suci dari Tuhan. Anaknya itu rencananya akan diperhadapkan ke Palestina.

    "Sampai di sana katanya mereka akan menunggu petunjuk selanjutnya dari Tuhan," ujar Surahman.

    Surahman menambahkan, rombongan jemaah tersebut berangkat ke Aceh sejak 16 Oktober lalu. Mereka melakukan perjalanan ke Aceh dengan menggunakan kapal laut.

    "Mereka ke sana pakai dana pribadi," katanya.

    Saat ini kedelapan jemaah An-Nadzir itu yakni Sultan Loteng (45) warga Desa Bajeng Kecamatan Bajeng, Rudi (33) warga Desa Majannang Kecamatan Bajeng, Zaenal (27), Islah (9), Nurhayyun (19), Darwani (43), Quayyum (1), Wawan (15) masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Gowa. Rencananya mereka akan dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.