Babi Hutan Mengamuk, 3 Rumah Dirusak 6 Orang Terluka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerak babi hutan ternyata lebih cepat dari buaya. Ia berhasil menghindar dan melarikan diri. Peristiwa ini terjadi di South Luangwa National Park, Zambia. dailymail.co.uk

    Gerak babi hutan ternyata lebih cepat dari buaya. Ia berhasil menghindar dan melarikan diri. Peristiwa ini terjadi di South Luangwa National Park, Zambia. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Lumajang - Seekor babi hutan tiba-tiba muncul dan membikin geger warga Perumahan Biting, Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin 2 November 2015. Sebanyak enam orang luka ringan dan tiga rumah diobrak abrik akibat diseruduk babi hutan yang mengamuk itu.

    Kepala Kepolisian Sektor Sukodono, Ajun Komisaris Sudartono, mengatakan bahwa enam orang yang mengalami luka-luka itu antara lain Yulius, Solekan, Tri Agung Nurmanita. Ketiga orang ini mengalami luka-luka bagian kaki dan tangannya. Tiga orang lainnya mengalami luka di pantat antara lain Indah, Riyani dan Riyamat. "Ada juga perabotan rumah yang rusak," kata Sudartono.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, babi hutan setinggi kurang lebih 80 sentimeter dan berbobot 100 kilogram itu tiba-tiba berkeliaran masuk lingkungan perumahan yang berjarak tujuh kilometer dari pusat Kabupaten Lumajang itu. Kecamatan Sukodono masih bersebelahan dengan Kecamatan Lumajang. Babi hutan ini dikabarkan juga mengobrak-abrik rumah warga setempat.

    Julius, warga Perumahan Biting mengatakan babi hutan ini tiba-tiba muncul di peternakan ayam dan langsung menyerang warga. Julius juga menjadi korban luka akibat diamuk babi hutan ini. Menurut dia, ada tujuh warga terluka karena diseruduk babi. Luka yang dialami Julius paling berat dibandingkan warga lainnya. Tulang jari telunjuk Julius patah.

    Tak hanya mengamuk dan melukai sejumlah warga. Babi hutan juga sempat memasuki rumah penduduk dan mengobrak-abrik isinya. "Saya sudah masuk rumah tapi pintunya diseruduk hingga jebol," kata Julius. Begitu masuk rumah, perabotan di dalam rumah langsung diobrak-abrik babi hutan ini.

    Akhirnya warga berupaya untuk memburu babi hutan tersebut supaya tidak menimbulkan kehebohan lagi. Warga memburu babi hutan ini dengan senapan angin, senjata tajam dan lainnya. Babi hutan itu akhirnya berhasil dilumpuhkan.

    Keberadaan babi hutan yang masuk ke lingkungan perumahan ini dianggap cukup misterius. Perumahan Biting dikelilingi sungai. Jaraknya dari hutan juga cukup jauh. Hanya ada perkebunan tebu yang tak jauh dari perumahan. "Mungkin kehabisan pakan di habitatnya," kata satu warga.

    Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), Ayu Dewi Utari, saat dikonfirmasi belum mengetahui kejadian ini. "Saya masih akan mengeceknya," kata Ayu melalui pesan WhatsApp, Senin 2 November 2015.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.