EKSKLUSIF, Suap Dokter: Begini Akal-akalan Orang Farmasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zaenal Abidin, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    Zaenal Abidin, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zaenal Abidin membeberkan alasan harga obat yang diresepkan oleh dokter kepada pasiennya sangat mahal. Zaenal menengarai ada dugaan akal-akalan perusahaan farmasi dalam menjual obat.

    Zaenal menjelaskan, semua obat yang beredar di Indonesia adalah generik. Tak ada obat paten yang dimiliki perusahaan farmasi Indonesia. Meski kelas generik, kata dia, perusahaan farmasi sudah mengemasnya sedemikian rupa, lalu diberi merek tertentu. Zainal menyebut obat tersebut, generik bermerek.

    "Setelah obat paten menjadi obat generik, lalu diproduksi oleh siapa saja. Tapi diakal-akali bahwa ada yang bermerek. Itu yang membuat nilai bertambah, khasiat sama. Sehingga obat ini menjadi pilihan baru bagi dokter," kata Zaenal, awal Oktober lalu.

    Zaenal tak menutup kemungkinan kolusi antara perusahaan farmasi dan dokter dalam peresepan obat juga mempengaruhi harga obat. Menurut dia, kolusi tersebut sudah lama terjadi. Tapi, kata Zaenal, kolusi itu kemudian menurun karena adanya program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. "Nah swasta yang belum bekerja sama dengan BPJS, tentu belum bisa direm," kata Zainal.

    TIM INVESTIGASI

    Baca juga:
    Suap Dokter=40 % Harga Obat: Ditawari Pergi Haji hingga PSK

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?