Setelah Gelar Silaturahmi Nasional, Ini Agenda Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Jakarta Yorrys Raweyai (kiri) bersama dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Bali Nurdin Halid (tengah), dan politisi Partai Golkar Nurul Arifin (kanan) memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Silaturahmi Nasional Partai Golkar di Jakarta, 30 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Jakarta Yorrys Raweyai (kiri) bersama dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Bali Nurdin Halid (tengah), dan politisi Partai Golkar Nurul Arifin (kanan) memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Silaturahmi Nasional Partai Golkar di Jakarta, 30 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai, mengatakan, setelah kedua kubu Partai Golkar menggelar silaturahmi nasional kemarin malam, partai akan langsung berfokus untuk pemenangan pemilu kepala daerah yang akan digelar pada 9 Desember 2015.

    "Kami bikin silaturahmi nasional itu bukan untuk musyawarah nasional. Kita itu kumpul juga bukan untuk membicarakan hal yang selama ini menjadi perdebatan (Munas Jakarta dan Munas Bali). Kita semua kumpul mengundang kepala daerah untuk sama-sama berpikir untuk nanti pemilu 9 Desember," kata politikus yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Jakarta ini saat dihubungi Tempo pada Senin, 2 November 2015.

    Menurut Yorrys, perseteruan dua kubu antara Aburizal Bakrie, yang terpilih menjadi Ketua Umum Golkar versi Munas Bali; dan Agung Laksono, yang terpilih dalam Munas Jakarta, telah berakhir seiring putusan dari Mahkamah Agung yang membatalkan dua munas tersebut.

    "Sebab, kalau kita lihat sekarang ini, keputusan MA pada 20 Oktober 2015 tidak mengakui kedua belah pihak. Enggak disebut juga Munas Riau. Pokoknya isinya mengabulkan permohonan sebagian pemohon, Aburizal Bakrie. Disebut di situ bahwa Menteri Hukum dan HAM harus mencabut SK-nya dan mengeluarkan SK baru," ujar Yorrys.

    Menurut Yorrys, untuk menerbitkan SK Menkumham yang baru, mereka harus kembali menyelenggarakan munas agar tersusun struktur kepemimpinan partai yang jelas. Setelah menggelar silaturahmi, Golkar berencana menggelar munas, tapi Yorrys belum dapat memastikan kapan munas itu akan diselenggarakan. "Munas itu nanti biar tokoh-tokoh atas yang menyiapkan, seperti Pak JK, Pak Luhut, Pak Aburizal, Pak Agung. Biar dibicarakan. Sekarang berfokus untuk nanti pemilihan kepala daerah di 246 daerah," tutur Yorrys.

    Kemarin malam digelar Silaturahmi Nasional Golkar. Agung Laksono, sebagai Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Jakarta, bertemu dengan Aburizal Bakrie, Ketua Umum Golkar versi Munas Bali. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat mengakhiri konflik kepengurusan.

    "Nah, mulai hari ini, kan, mereka berkantor bersama-sama di kantor yang sama. Aburizal sebagai ketua umum dan Agung Laksono sebagai wakilnya juga ada di sana. Berbicaralah kalian sebagai petinggi partai untuk munas nanti," ucap Yorrys.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.