Geger Nasdem & Kasus Gatot: Penyebab Jaksa Agung Disorot!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, usai diperiksa oleh KPK terkait kasus dugaan suap Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, usai diperiksa oleh KPK terkait kasus dugaan suap Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho. TEMPO/Ridian Eka Saputra


    Pada Mei lalu, memang terjadi pertemuan antara Gatot; Ketua Partai NasDem SuryaPaloh; wakil Gatot, Tengku Erry Nuradi; dan pengacara O.C. Kaligis. Selain sebagai pengacara Gatot, Kaligis adalah Ketua Mahkamah Partai NasDem. Paloh mengatakan pertemuan itu tidak membahas kasus korupsi Gatot, melainkan islah politik antara Gatot dan Tengku Erry.

    Prasetyo membantah jika disebut terlibat dalam pembicaraan kasus ini dengan Patrice Rio Capella. “Demi Allah, demi Rasulullah, saya tidak pernah ada pembicaraan ini,” katanya seperti dikutip dalam majalah Tempo edisi 2-8 November. Karena itu, dia memandang tak ada konflik kepentingan di sini.

    Karena itu, Prasetyo kemarin menegaskan bahwa Kejaksaan Agung bakal melanjutkan kasus dugaan korupsi bantuan sosial itu. "Tidak seperti membalikkan telapak tangan. KPK pun kalau menangani kasus perlu waktu lama," kata dia saat dihubungi Tempo. "Tidak sembarangan penanganannya, nanti hasilnya akan diumumkan Jampidsus (Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus)."

    Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi, Yuyuk Andriyati,  menyatakan lembaganya tak akan mengambil alih kasus dugaan korupsi bantuan sosial dan hibah Provinsi Sumatera Utara ini. Ia beralasan kasus tersebut ditangani Kejaksaan Agung sejak awal.

    DEWI SUCI RAHAYU | F. NASHRILLAH | ISTIQOMATUL H.

    Baca juga:

    Eksklusif: Terkuak, 40% dari Harga Obat Buat Menyuap Dokter
    Pemain Chelsea: Mending Keok Ketimbang Menang buat Mourinho!

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.