TRAGEDI SALIM KANCIL: Kisah Hamid Lolos dari Pembantaian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan membawa berbagai poster sejumlah  aktivis lingkungan melakukan aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa. FULLY SYAFI

    Dengan membawa berbagai poster sejumlah aktivis lingkungan melakukan aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Lumajang - Rumah Hamid, rekan Salim Kancil dan Tosan, warga Desa Selok Awar-awar, dilempari batu, Sabtu, 31 Oktober 2015. Menurut penelusuran Tempo di Lumajang, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Nurcholis dalam sebuah konferensi pers menyebutkan 13 nama yang layak mendapat program perlindungan.

    Hamid termasuk dalam 13 nama yang disebutkan layak mendapat perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu. Hamid disebut-sebut juga menjadi obyek sasaran kelompok preman pro pertambangan. Beruntung, Hamid bisa lolos karena saat kejadian pembunuhan dan penganiayaan Salim Kancil dan Tosan, tidak ada di rumahnya.

    BACA:
    Rumah Diserang, Rekan Salim Kancil Juga Diancam Akan Dibunuh

    Buntut Kasus Salim Kancil, Polisi Lacak Uang Sewa Tanah Desa

    Warga penentang penambangan pasir tidak jarang menerima intimidasi langsung disertai ancaman pembunuhan dari kelompok preman. Salah satu anggota Tim Advokasi Kasus Tambang, Abdullah Al Kudus, mengatakan Hamid pernah datang ke kantor LPSK di Jakarta. "Saya sendiri yang mengantarnya," kata Abdullah kepada Tempo, Ahad, 1 November 2015.

    Anggota lain dari Tim Advokasi, Achmad Zakky Gufron, mengatakan Hamid merupakan salah satu warga yang masuk dalam program perlindungan LPSK. Namun, Achmad belum mengkonfirmasikan ihwal benar tidaknya status Hamid sudah masuk dalam program perlindungan LPSK.

    Kalaupun benar Hamid sudah masuk dalam perlindungan LPSK, pihaknya sangat menyesalkan kejadian yang menimpa Hamid. "Kami perlu untuk mengevaluasi kejadian tersebut," kata Zakky.

    Sabtu, 31 Oktober 2015, sekitar pukul 09.50 WIB, rumah Hamid dilempar batu dan mengenai jendela kaca depan hingga pecah. "Pelakunya sudah ditahan," kata Kepala Kepolisian Sektor Pasirian Ajun Komisaris Eko Hari Suprapto kepada Tempo. Menurut Eko, pelakunya ini hanya ingin melampiaskan kemarahannya saja dengan melempar rumah Hamid.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca juga:
    Pemain Chelsea: Mending Keok Ketimbang Menang buat Mourinho!

    Berita Eksklusif:
    Eksklusif: Terkuak, 40% dari Harga Obat Buat Menyuap Dokter

    Penembakan Kantor Go-Jek Adalah Teror

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.